Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas menyoroti serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Anwar berharap China dan Rusia ikut membantu Iran demi menekan serangan brutal yang dilakukan AS dan Israel terhadap negara yang tak sejalan dengan mereka.
"Jika Israel dibantu Amerika Serikat untuk menyerang Iran maka semestinya China dan Rusia juga ikut membantu Iran menghadapi Israel dan Amerika Serikat. Sudah saatnya China dan Rusia menampakkan dirinya dengan terang-terangan dalam membela negara-negara yang ditindas oleh Amerika Serikat, sebab kalau hal itu tidak dilakukan oleh kedua negara tersebut maka AS tentu akan semakin bebas menzalimi negara-negara yang tidak mau ikut perintahnya," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Anwar Abbas mengatakan sudah saatnya China dan Rusia unjuk gigi menggerakan armada menghadapi dua negara tersebut. Dengan demikian, katanya, AS akan berpikir 10 kali untuk melancarkan serangan.
"Untuk itu China dan Rusia sudah saatnya untuk unjuk kekuatan dengan menggerakkan armadanya mendekati kawasan teluk supaya Amerika Serikat akan berpikir 10 kali untuk menyerang Iran apalagi Amerika Serikat tahu betul bila negaranya terseret terlalu jauh ke dalam peperangan langsung maka negaranya dalam jangka menengah atau panjang tidak akan pernah bisa untuk menang," ungkapnya.
Waketum MUI ini menyinggung sejarah kala Amerika Serikat mundur dari perang Vietnam menyusul penandatangan perjanjian perdamaian Paris 23 Januari 1973. Anwar Abbas juga mengungkit kala AS menarik pasukannya dari Afghanistan pada 2021.
"Lihat saja apa yang terjadi di Vietnam dan Afghanistan. Di Vietnam AS tunduk kepada tentara Viet Cong yang berjuang melawan tentara AS dengan menggunakan taktik gerilyanya sehingga akhirnya AS mundur dari perang Vietnam," ujar Anwar Abbas.
"Begitu juga di Afghanistan ternyata senjata canggih yang dimiliki AS tidak mampu mengendorkan semangat para taliban sehingga akhirnya AS pun terpaksa angkat kaki dari negeri para mujahidin tersebut," sambungnya.
Ketua PP Muhammadiyah tersebut berharap Iran, China hingga Rusia mengambil langkah lebih tegas terhadap Amerika Serikat. Ia menyebut dunia saat ini rindu hidup tanpa kehadiran Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Sudah saatnya pula Iran menghadapkan moncong senjata balistiknya ke Washington DC dan ke Tel Aviv untuk menghancurkan singgasana Trump dan Netanyahu sehingga diharapkan AS dan Israel tidak lagi berani berbuat seenak perutnya bagi menghancurkan negara dan kepala negara yang tidak mereka sukai," kata Anwar Abbas.
"Ini sangat penting dilakukan oleh Iran, China dan Rusia secara bersama karena dunia sekarang ini sudah sangat rindu kedatangan suatu hari di mana manusia bisa hidup di muka bumi ini tanpa kehadiran Donald Trump dan Netanyahu," imbuhnya.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei diumumkan tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran. Khamenei selama ini dikenal sebagai pemimpin tertinggi negara Republik Islam itu.
Diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2). Kompleks kediaman Khamenei di Teheran juga disebut telah dijatuhkan puluhan bom. Media Iran juga melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.
(dwr/imk)





