Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran meminta warga negara Indonesia di Iran meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Berita dimuat pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08:39 WIB dengan waktu baca 2 menit.
Melalui unggahan Instagram pada Sabtu, KBRI meminta WNI tetap tenang dan segera mengambil langkah pengamanan diri bersama keluarga di kediaman masing-masing.
WNI diminta aktif menyampaikan pembaruan situasi keamanan di wilayah masing-masing kepada KBRI melalui grup koordinasi yang tersedia serta mematuhi peraturan dan arahan otoritas setempat.
Dalam keadaan darurat, KBRI menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi melalui nomor +989024668889 untuk memperoleh bantuan konsuler.
KBRI menyatakan akan terus berkomunikasi secara intensif dengan seluruh simpul WNI guna memantau perkembangan situasi dan menentukan langkah strategis sesuai dinamika di lapangan.
Eskalasi Serangan dan Perundingan NuklirPada Sabtu, 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer baru terhadap Iran yang disebut sebagai agresi kedua pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump setelah aksi serupa pada Juni 2025.
Trump menyatakan pasukan Amerika menjalankan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebut berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir Teheran.
Washington dan Teheran sebelumnya menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman dengan putaran pertama dan kedua berlangsung di Muscat dan Jenewa.
Putaran ketiga digelar pada Kamis, 26 Februari, di Jenewa beberapa hari sebelum serangan terbaru dilakukan Amerika Serikat dan Israel.




