Kasus Campak di Indonesia pada 2025 Tertinggi Kedua di Dunia!

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kasus campak di Indonesia masih meningkat belakangan ini. Terlebih setelah pemerintah Australia mengumumkan 2 warga negaranya yang terkena campak usai bepergian dari Indonesia, perhatian terkait penyakit ini kembali meningkat.

Menurut Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI Prof Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), jumlah kasus penyakit campak di Indonesia pada 2025 tertinggi kedua di dunia setelah Yaman. Jumlah kasus terkonfirmasi campak di Indonesia tahun lalu sebanyak 11.094, dengan total suspek lebih dari 63.769.

Di awal tahun 2026, kasus ini juga belum mereda. Terhitung hingga 5 pekan pertama 2026 atau awal Februari, jumlah kasus mencapai 379, dengan kasus suspek mencapai 5.329.

“Kasus campak sekarang, karena laboratoriumnya juga kewalahan di 2025, bayangkan hampir 50.000 spesimen masuk, reagen-nya, laboratoriumnya yang masih terbatas se-Indonesia, dengan positivity rate-nya 24,6," ujar Prof Anggaraini dikutip dari Antara.

"Di 2026 kok rendah karena memang walaupun suspeknya 5.000 lebih, tetapi laboratoriumnya overwhelmed,” imbuh dokter yang juga Ketua IDAI Jabar ini.

Prof Anggi mengingatkan, campak adalah penyakit yang sangat serius. Ia menyayangkan masih banyaknya anggapan bahwa campak hanyalah demam biasa, padahal ini adalah penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah vaksinasi.

Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Campak

Menyusul terus meningkatnya kasus campak, pemerintah saat ini tengah menggencarkan vaksinasi campak melalui vaksin MR dan MMR.

“Sebagai langkah cepat, kami melakukan penguatan surveilans penyakit campak serta mengintensifkan imunisasi campak tambahan bagi anak usia sekolah, terutama di daerah dengan beban kasus tertinggi sepanjang 2025–2026,” kata Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, beberapa waktu lalu.

Selain memperkuat surveilans dan imunisasi, Kemenkes juga menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit, untuk mengantisipasi dan menangani potensi kasus dengan komplikasi.

Andi mengimbau orang tua untuk melengkapi status imunisasi campak anak sesuai jadwal, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala demam dan ruam, kemudian membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Israel Kompak Serang Iran, Apa Saja yang Diketahui Sejauh Ini?
• 18 jam laludetik.com
thumb
Ini Lokasi Penukaran Baru untuk THR Lebaran di Jakarta
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Jusuf Kalla Ungkap Dampak Ekonomi ke Indonesia Imbas AS–Israel Serang Iran
• 41 menit laluliputan6.com
thumb
Ramadan Ubah Ritme Kerja Dunia, Ini 10 Negara yang Pangkas Jam Kantor-World In Minute
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Panduan Aman Gen Z Mengikuti Tren Mendaki Gunung Tanpa Menggampangkan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.