Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari, menyusul wafatnya Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran yang disebut meninggal akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Melansir kantor berita Pemerintah Iran, Tasnim, Minggu (1/3/2026), Pemerintah Iran menyebut Khamenei mati “syahid” akibat serangan yang mereka sebut sebagai aksi terorisme oleh AS dan Israel.
Pemerintah Iran mengenang kepemimpinan Ali Khamenei selama lebih dari 37 tahun, yang dinilai membawa arah politik dan ideologi negara dengan keberanian serta keyakinan kuat.
Dalam pernyataan tersebut, Khamenei digambarkan sebagai simbol pengorbanan dan perlawanan di era modern, sekaligus pemimpin yang memimpin umat Muslim dalam menghadapi tekanan global.
Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada Imam Zaman, rakyat Iran, Umat Islam di seluruh dunia, serta masyarakat internasional yang disebut memiliki semangat kebebasan.
Sebagai bentuk penghormatan nasional, otoritas Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan libur umum selama tujuh hari di seluruh wilayah negara tersebut.
Selain itu, Pemerintah Iran menegaskan, serangan yang menyebabkan kematian pemimpin tertinggi mereka tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Dalam pernyataan itu disebutkan, pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diminta pertanggungjawabannya, dan dibuat menyesali tindakan mereka.(bil/rid)




