Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf Terkait Pernyataannya Soal Zakat

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta maaf atas pernyataannya soal zakat yang menimbulkan kesalahpahaman. Menurut dia, dirinya tidak bermaksud menihilkan kewajiban berzakat bagi umat muslim. 

"Saya Nasaruddin Umar memohon maaf atas pernyataan saya yang terkait dengan zakat yang telah menimbulkan mungkin kesalahpahaman bagi sebagian orang,” kata Nasaruddin seperti dikutip dari sosial media resmi Kementerian Agama RI, Minggu (1/3/2026).

Advertisement

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyatakan, zakat itu adalah fardu'ain dan rukun Islam yang wajib kita tunaikan. Karenanya, pernyataan dirinya saat acara Forum Sarasehan 99 Ekonomi Syariah merupakan bentuk dorongan kepada umat agar yang dilakukan tidak hanya tindakan berzakat, namun melakukan instrumen lain seperti wakaf, infaq dan sadaqah.

"Maksud pernyataan saya dalam Sarasehan 99 Ekonomi Syariah itu adalah ajakan untuk melakukan reorientasi pengelolaan dana umat, dari sekadar hanya zakat oriented, zakat semuanya serba zakat sebagai kewajiban dasar, menuju optimalisasi beragam instrumen. Baik wakaf, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, luqathah, fai', ghanimah, mudharabah, musyarakah. Ada 27 itu," ungkap dia.

Nasaruddin mencontohkan sejumlah negara yang berhasil bangkit sektor ekonominya dari praktik selain zakat. Mulai dari Qatar, Kuwait, Emirat Arab, termasuk juga Mesir dan Sudan.

"Mereka itu bangkit itu tidak mengandalkan only zakat ya. Justru wakaf yang paling produktif, paling luas. Di sana instrumen wakaf melalui Kementerian Wakaf menjadi motor penggerak pembangunan yang sangat masif," sebut dia. 

"Inilah model yang ingin kita adopsi untuk mempercepat kemajuan umat di Indonesia. Demikian penjelasan ini," dia menandasi.

Sebagai informasi, berikut pernyataan Nasaruddin sebelumnya yang menjadi kontroversi soal zakat:

…Kalau kita ini (mau) maju sebagai umatnya, kita harus meninggalkan zakat. Zakat itu enggak populer. Qur'an juga tidak terlalu mempopulerkan zakat. Pada masa Nabi, zakat itu enggak populer. Pada masa sahabat juga enggak populer. Yang populer apa? Sedekah.

Alangkah miskinnya dan alangkah pelitnya umat Islam itu kalau pengeluarannya terhadap agamanya hanya zakat. Cuma 2,5% lho. Bandingkan bunga mudharabah, musyarakah kita itu berapa? Bisa sampai 6, bisa sampai 8, bisa sampai 9% kalau asuransi ya kan? Nah, itu zakat cuma 2,5%. Jadi kalau pengeluaran kita hanya zakat, terlalu pelit kita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Literasi Naik Bus, Kolaborasi Disarpus-Dishub Kota Kediri Menyapa Generasi Kalcer
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Kasus Suap Migor, Marcella Santoso Ngaku Korban Mafia Peradilan
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
WNI Jemaah Umrah Cerita Penerbangan ke Jeddah Di-cancel Imbas Israel Serang Iran
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Ketahanan Pangan, Relawan Prabowo Jawa Timur Bagikan Ratusan Paket Beras
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Patokan Ekspor Emas Naik 1,3 Persen Didorong Meningkatnya Permintaan
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.