Grid.ID - Perdebatan sejuta umat setiap kali bulan puasa tiba pasti tidak jauh-jauh dari satu pertanyaan ini. Pertanyaan tersebut adalah "buka puasa lebih baik pakai air es atau air hangat?"
Banyak yang bilang minum air dingin alias es saat perut kosong bikin perut kembung. Akan tetapi, tak sedikit juga yang merasa kurang afdal kalau kerongkongan yang kering seharian tak diguyur es teh manis atau es sirup yang menyegarkan.
Menjawab perdebatan yang tak kunjung usai ini, influencer kesehatan sekaligus dokter, dr. Tirta Mandira Hudhi, akhirnya angkat bicara dan membongkar fakta medis di baliknya. Melalui sebuah sesi tanya jawab, dr. Tirta meluruskan mitos yang sering beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa perut kembung saat berbuka puasa bukan disebabkan oleh suhu air, melainkan volume air yang masuk ke perut.
"Perut kembung itu karena kebanyakan cairan. Bukan karena kebanyakan air dingin. Air panas juga kembung, air biasa juga kembung," kata dr. Tirta dalam tayangan YouTube Tirta PengPengPeng yang Grid.ID kutip, Minggu (1/3/2026).
dr. Tirta memberikan peringatan keras soal bahaya minum air dingin langsung saat perut kosong. Pasalnya, hal ini bisa memicu brain freeze.
"Air dingin itu kalau diminum saat perut kosong akan rentan meningkatkan risiko brain freeze yang nyeri sampai kepala itu loh. Air biasa aja. Karena nggak semua orang itu kuat," jelasnya.
Selain itu, dr. Tirta juga menambahkan bahwa pada akhirnya, suhu air apa pun yang masuk akan disesuaikan oleh tubuh.
"Kalau di lambung semua akan jadi auto-normal," tambahnya.
Kendati minum air dingin tidak sepenuhnya disalahkan dalam dunia medis, dr. Tirta mengungkap bahwa air hangat memiliki keistimewaan tersendiri, terutama untuk organ pencernaan yang sudah beristirahat belasan jam.
"Saat kita berpuasa itu kan tidak ada satupun makanan ataupun minuman yang masuk melalui kerongkongan. Nah, ketika kita minum air hangat, itu akan membuat sensasi comfort, nyaman di kerongkongan," katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa air hangat mampu memicu efek vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) di sekitar kerongkongan, sehingga tubuh terasa lebih rileks. Hebatnya lagi, air hangat bisa membantu membunuh kuman.
"Bukan air panas. Kalau air panas itu bukan hanya mikroorganisme, cangkammu (mulutmu) juga melepuh. Jadi air hangat saja, mau teh hangat boleh, air mineral hangat juga boleh," tuturnya.
Lantas, bagaimana takaran yang pas agar buka puasa tetap sehat, tubuh terhidrasi, tapi tak bikin perut kembung?
dr. Tirta membagikan resep jitu nan simple yang bisa langsung praktikkan. Tidak perlu berlebihan, cukup sediakan air mineral dengan suhu ruang atau hangat.
"Jadi ketika ada berbuka, minum satu gelas 330 ml ditambah dengan kurma itu cukup menurut saya, tiga butir," pungkasnya.(*)
Artikel Asli




