KOMPAS.com – Dompet Dhuafa terus menunjukkan komitmennya dalam gerakan kemanusiaan untuk Palestina dengan turut serta dalam peluncuran dan pemberangkatan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kegiatan tersebut diikuti 26 lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (26/02/2026).
Untuk diketahui, Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 merupakan misi kemanusiaan internasional yang diproyeksikan sebagai mobilisasi masyarakat sipil terbesar untuk Palestina.
Baca juga: Dompet Dhuafa Wakili RI di Forum Filantropi Asia di Riyadh
Ribuan partisipan dari lebih dari 100 negara direncanakan terlibat dalam misi ini. Adapun tujuan utama misi ini adalah membawa bantuan kemanusiaan sekaligus mematahkan blokade Gaza secara damai melalui jalur laut dan darat.
Ketua Global Peace Convoy Indonesia (GPCI 2.0) Dr Maimon Herawati menjelaskan, misi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai upaya masyarakat sipil internasional yang selama ini berusaha menekan blokade Gaza melalui pendekatan non-kekerasan dan solidaritas global.
Hal tersebut disampaikan Dr Maimon saat menyampaikan laporan perkembangan GSF 2.0.
Baca juga: Dompet Dhuafa Jabar Dukung Fasilitas Mushala di Stadion GBLA
“Misi ini diproyeksikan sebagai mobilisasi kemanusiaan masyarakat sipil terbesar untuk Palestina. Ribuan partisipan dari lebih dari 100 negara akan terlibat,” ujar Dr Maimon dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (1/3/2026).
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap gerakan Global Sumud Flotilla 2.0. Ia menegaskan bahwa Dompet Dhuafa secara konsisten akan terus terlibat dalam berbagai gerakan kemanusiaan, khususnya yang berpihak pada masyarakat Palestina.
Baca juga: Dukung Pemulihan Sarana Ibadah, Dompet Dhuafa Gandeng Gramedia Luncurkan Program Sedekah Al Quran
“Dompet Dhuafa berkomitmen untuk selalu hadir dan terlibat dalam setiap gerakan kemanusiaan. Kami mendukung aksi-aksi damai yang memperjuangkan hak, martabat, dan masa depan masyarakat Palestina,” ungkapnya.
Peluncuran Global Sumud Flotilla 2.0 Nusantara ini berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan di Jalur Gaza.
Otoritas kesehatan setempat memperkirakan bahwa lebih dari 72.000 orang telah meninggal dunia sejak Oktober 2023. Adapun jumlah korban luka pada periode yang sama melampaui 171.000 orang. Angka tersebut menggambarkan besarnya krisis kemanusiaan yang hingga kini masih berlangsung.
Melalui keterlibatan aktif dalam GSF 2.0, Dompet Dhuafa bersama puluhan lembaga kemanusiaan Indonesia berharap dapat memperkuat tekanan moral internasional, mengonsolidasikan solidaritas masyarakat sipil global, serta terus mengawal perjuangan kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Dilaksanakan serentakIa menambahkan, pelayaran global GSF 2.0 dijadwalkan berlangsung serentak dimulai sejak 12 April 2026. Sementara itu, rangkaian konvoi Nusantara akan dimulai pada 25 April 2026 dengan penguatan signifikan pada jalur darat selain jalur laut.
Pada GSF 2.0 ini, Indonesia akan mengambil peran strategis melalui konvoi laut dan konvoi darat. Bahkan, pada misi kali ini, jalur darat akan diperkuat dengan porsi yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Indonesia direncanakan akan berpartisipasi dalam 100 truk konvoi darat serta lima kapal konvoi laut yang akan bergabung dengan armada global.





