Trump Usai Khamenei Tewas: Serangan Akan Terus Berlanjut Menuju Perdamaian Dunia

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai serangan udara gabungan AS dan Israel, Sabtu (28/2), tidak akan menghentikan serangan lanjutan.

Dikutip dari Reuters, Trump menegaskan operasi militer akan terus berlanjut demi mencapai “perdamaian di Timur Tengah dan dunia.” Serangan yang oleh dinamai Operation Epic Fury itu, kata Trump, menyasar fasilitas rudal dan kekuatan angkatan laut Iran.

Sebelumnya, seorang pejabat senior Israel mengatakan ke Reuters bahwa jasad Khamenei telah ditemukan. Cuitan Trump di media sosial Truth Social pun menguatkan hal itu. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk keadilan, bukan hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi warga AS dan negara lain yang terdampak oleh kebijakan Khamenei selama ini.

“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dilukai oleh Khamenei dan gerombolan preman haus darahnya,” tulis Trump.

Kepada Reuters, seorang pejabat AS mengatakan bahwa serangan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Trump mengamini itu lewat unggahan yang sama pada Truth Social.

“Pemboman berat akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita, PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BAHKAN, DUNIA!”

Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei.

Trump memantau jalannya operasi dari resor tepi pantai pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, bersama tim keamanan nasionalnya. Gedung Putih merilis sejumlah foto yang memperlihatkan Trump berdiskusi dengan para pejabat tinggi pertahanan dan intelijen di hadapan peta kawasan Timur Tengah. Mereka adalah Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, dan Wakil Presiden JD Vance.

Trump sebelumnya pada Sabtu memperingatkan bahwa mungkin akan ada korban dari pihak Amerika dalam “operasi tempur besar” di Iran. Namun, Komando Pusat AS menyatakan tidak ada laporan korban jiwa atau luka di pihak Amerika hampir 12 jam setelah gelombang serangan pertama dilancarkan. Kerusakan pada instalasi AS disebut minimal dan tidak mengganggu operasi.

Pemerintahan Trump menilai serangan ini perlu dilakukan karena Iran dianggap tidak menunjukkan itikad menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya. Sejumlah pejabat senior AS menuding Iran menggunakan taktik mengulur waktu dalam perundingan yang sempat berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

“Sangat jelas bahwa niat mereka adalah mempertahankan kemampuan pengayaan uranium, sehingga seiring waktu dapat digunakan untuk bom nuklir,” kata salah seorang pejabat.

Pejabat itu mengatakan Iran menggunakan “permainan, trik, dan taktik mengulur waktu” untuk memperpanjang perundingan.

Dalam video pernyataannya, Trump juga mendorong perubahan rezim di Iran. Ia menyerukan anggota Korps Garda Revolusi Islam untuk meletakkan senjata dan menjanjikan kekebalan bagi mereka, atau menghadapi “kematian yang pasti.”

Trump bahkan menyerukan rakyat Iran untuk “mengambil alih” pemerintahan negara mereka, menyebut momen ini sebagai kesempatan yang mungkin tidak akan terulang dalam beberapa generasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga BBM Maret 2026, Mana yang Paling Murah?
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Jisoo BLACKPINK Diharap Bisa Berakting dengan Baik di Drama Boyfriend on Demand
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perak turut diburu investor sebagai alternatif emas
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Imlek 2577, Prabowo: Harmoni Nusantara Adalah Kekuatan Bangsa
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Bung Ropan Mulai Curiga John Herdman Punya Pemain Baru di Timnas Indonesia: Pasti Ada
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.