Campak adalah penyakit berbahaya yang sebetulnya bisa dicegah tingkat fatalitasnya dengan vaksinasi. Karena itu Ketua IDAI DR. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K), mengimbau agar orang tua tidak ragu membawa anak vaksin.
dr. Piprim mengingatkan, vaksin adalah hak anak. Jika setelah vaksin terjadi demam, justru artinya vaksin sedang bekerja agar tubuh dapat melawan virus. Biasanya demam yang muncul juga ringan dan tidak menimbulkan masalah serius.
Sementara itu, jika tanpa vaksinasi, anak yang tertular campak akan lebih berisiko mengalami komplikasi. Nah, komplikasi akibat campak inilah yang dampaknya tidak main-main, Moms.
Komplikasi Akibat Campak pada Anak“Campak itu bukanlah penyakit ringan-ringan saja. Komplikasi bisa berat dan juga daya tahan tubuh bisa sangat menurun sehingga membuka masuknya terjadinya penyakit lain,” kata Ketua UKK Infeksi Penyakit Tropis IDAI Prof Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), dalam webinar bersama IDAI, Sabtu (28/2).
Menurut Prof Anggi, masih banyak yang beranggapan bahwa campak hanyalah penyakit ringan, sebatas demam disertai ruam. Anggapan tersebut tidak benar, karena komplikasi campak bahkan bisa memicu kematian.
Apa saja risikonya?
- Pneumonia: Penyebab 86% kasus campak yang meninggal.
- Gangguan telinga yang bisa menyebabkan tuli permanen.
- Diare hingga dehidrasi akut yang bisa memicu kematian.
- Immunological amnesia: kondisi ketika sistem kekebalan tubuh lupa pernah melawan penyakit. Anak jadi rentan sakit, terutama bagi anak dengan gizi kurang, bisa rawan komplikasi.
- Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), gangguan saraf progresif merusak otak dan bisa picu kematian.
"(Dampak) SSPE itu bukan sekarang, tetapi next bahkan dikatakan bisa 23 tahun setelah terkena campak,” tutur profesor yang akrab disapa Anggi ini.





