Jakarta, tvOnenews.com — Eskalasi perang di Timur Tengah berdampak langsung pada rencana keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.
Pemerintah meminta calon jemaah menunda perjalanan ke Arab Saudi menyusul situasi keamanan yang dinilai belum menentu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan imbauan tersebut saat dihubungi tvOnenews.com, Minggu (1/3/2026), merespons adanya pembatalan dan gangguan penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
“Kami mengimbau karena tingkat eskalasi konflik tidak menentu dan sulit diprediksi semua jemaah umrah yang akan berangkat ke Saudi untuk menunda sementara keberangkatan sampai kondisi kembali normal,” kata dia.
Imbauan itu muncul di tengah memburuknya situasi keamanan regional setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan.
Data Iranian Red Crescent Society mencatat sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.
Serangan dilaporkan terjadi di 24 dari 31 provinsi di Iran, sementara aksi balasan juga menyasar target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Kondisi tersebut memicu penutupan dan pembatasan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah, yang berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk penerbangan umrah dari Indonesia.
Selain meminta jemaah menunda keberangkatan, Dahnil juga menegaskan tanggung jawab penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk melindungi hak-hak jemaah.
“Dan Travel-travel umrah wajib untuk menjamin hak-hak terkait dengan tiket dan lainnya tetap terjaga,” tegas dia. (agr/nsi)



