Setelah Ayatollah Khamenei Wafat, Siapa yang jadi Pemimpin Tertinggi Iran? Berikut Proses Suksesinya

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara di bawah potret mendiang pendiri revolusi Ayatollah Khomeini, dalam sebuah upacara pertemuan dengan sekelompok pejabat, di Teheran, Iran, 8 Maret 2025. (Sumber: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran melalui AP)

DUBAI, KOMPAS.TV — Meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei setelah hampir 37 tahun berkuasa menimbulkan pertanyaan penting tentang masa depan negara itu. Proses suksesi yang kompleks segera terbentuk pada pagi hari setelah dibunuhnya Khamenei.

Seperti dikutip dari The Associated Press, segera setelah Khamenei wafat akibat serangan rudal Amerika Serikat-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), dewan kepemimpinan sementara mengambil alih tugas. Sebagaimana diatur dalam konstitusinya, Iran pada hari Minggu (1/3) membentuk dewan untuk mengambil alih tugas kepemimpinan dan memerintah negara.

Dewan tersebut terdiri dari presiden Iran yang sedang menjabat, kepala peradilan negara, dan anggota Dewan Penjaga yang dipilih oleh Dewan Kebijaksanaan Iran, yang memberi nasihat kepada pemimpin tertinggi dan menyelesaikan perselisihan dengan parlemen.

Presiden reformis Iran Masoud Pezeshkian dan kepala peradilan garis keras Gholamhossein Mohseni Ejei adalah anggotanya yang akan mengambil alih dan untuk sementara waktu mengambil alih semua tugas kepemimpinan.

Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Tewas karena Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

Meskipun dewan kepemimpinan akan memerintah untuk sementara waktu, sebuah panel beranggotakan 88 orang yang disebut Majelis Pakar harus sesegera mungkin memilih pemimpin tertinggi baru sesuai hukum Iran.

Panel tersebut seluruhnya terdiri dari ulama Syiah yang dipilih secara populer setiap delapan tahun dan pencalonannya disetujui oleh Dewan Penjaga Konstitusi, yaitu badan pengawas konstitusi Iran. 

Badan tersebut dikenal karena bisa mendiskualifikasi kandidat dalam berbagai pemilihan di Iran. Sebelumnya, Dewan Penjaga Konstitusi pernah melarang mantan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk terpilih menjadi anggota Majelis Pakar pada Maret 2024.

Putra Khamenei Bisa Menjadi Kandidat Potensial

Musyawarah ulama tentang suksesi dan intrik terkait hal itu berlangsung jauh dari pandangan publik, sehingga sulit untuk mengukur siapa yang mungkin menjadi kandidat utama.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Diserang AS-Israel, Bakal Sulitkan Pengiriman Bahan Bakar

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : The Associated Press

Tag
  • pengganti khamenei
  • khamenei tewas
  • serangan Israel dan AS
  • perang Iran
  • suksesi pemimpin iran
  • ayatollah ali khameni
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berkah di Bulan Ramadan, Lesti Kejora Melahirkan Anak Ketiga, Rizky Billar Ungkap Rasa Syukur
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Medan Falcons angkat koper membawa satu kemenangan di Proliga 2026
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Akhir Pekan, 9 Motor Dilaporkan Hilang ke Radio Suara Surabaya
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ledakan Guncang Doha, Abu Dhabi, Bahrain akibat Serangan AS-Israel ke Iran
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Respons JK Soal Rencana Prabowo Jadi Mediator AS-Israel dengan Iran
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.