Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan yang melayani Timur Tengah telah membatalkan dan mengalihkan penerbangan setelah AS dan Israel melancarkan serangan mematikan terhadap Iran, termasuk ibu kotanya, Teheran.
Dilansir dari Guardian, Ratusan ribu pelancong terlantar atau dialihkan ke bandara lain setelah Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, dan Bahrain menutup wilayah udaranya. Tidak ada aktivitas penerbangan di atas Uni Emirat Arab, menurut situs pelacak penerbangan FlightRadar24, setelah pemerintah di sana mengumumkan "penutupan sementara dan sebagian" wilayah udaranya.
Hal itu menyebabkan penutupan bandara-bandara penghubung utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, serta pembatalan lebih dari 1.000 penerbangan oleh maskapai-maskapai besar Timur Tengah. Tiga maskapai besar yang beroperasi di bandara-bandara tersebut – Emirates, Qatar Airways, dan Etihad – biasanya memiliki sekitar 90.000 penumpang per hari yang melewati bandara-bandara tersebut dan bahkan lebih banyak lagi penumpang yang menuju destinasi di Timur Tengah, menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium. Bandara internasional Dubai adalah bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional.
Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, dari sekitar 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada hari Sabtu, 966 (22,9%) dibatalkan, dengan angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 1.800 jika juga termasuk penerbangan keluar.
Untuk hari Minggu, 716 penerbangan dari 4.329 yang dijadwalkan ke Timur Tengah telah dibatalkan, kata Cirium.
Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware mengatakan lebih dari 18.000 penerbangan telah tertunda secara global dan lebih dari 2.350 dibatalkan di seluruh dunia pada pukul 22.30 GMT pada hari Sabtu.
Baca Juga
Penerbangan Umrah dari Batam Tetap Berjalan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Bandara Dubai Kena Rudal Iran, Penerbangan Emirates hingga Etihad Lumpuh
Perang AS Vs Iran, Sejumlah Penerbangan dari Timur Tengah ke Bali Dibatalkan
Maskapai penerbangan yang melintasi Timur Tengah harus mengubah rute penerbangan untuk menghindari konflik, dengan banyak penerbangan menuju selatan melewati Arab Saudi. Hal itu akan menambah jam terbang dan mengonsumsi bahan bakar tambahan, menambah biaya yang harus ditanggung maskapai penerbangan. Jadi, harga tiket dapat dengan cepat meningkat jika konflik berlanjut.
Penerbangan tambahan juga akan memberi tekanan pada pengontrol lalu lintas udara di Arab Saudi yang mungkin harus memperlambat lalu lintas untuk memastikan mereka dapat menanganinya dengan aman. Dan negara-negara yang menutup wilayah udaranya akan kehilangan pendapatan dari biaya penerbangan yang dibayarkan maskapai untuk melintas di atasnya.
Dilansir dari BBC, British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air termasuk di antara maskapai yang mengurangi jadwal penerbangan mereka ke tujuan di Timur Tengah, dengan alasan kekhawatiran keselamatan.
Kantor Luar Negeri Inggris mendesak warga negara Inggris di Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera berlindung di tempat aman setelah terjadi ledakan.
Semua penerbangan masuk dan keluar dari Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai ditangguhkan pada Sabtu siang.
Pada Sabtu malam, kantor media Bandara Internasional Dubai mengatakan bandara tersebut mengalami "kerusakan ringan dalam sebuah insiden" dan empat anggota staf mengalami cedera.
Qatar Airways mengkonfirmasi penangguhan sementara penerbangan ke dan dari ibu kotanya, Doha, karena penutupan wilayah udara Qatar, dan kemudian mengatakan operasi akan dilanjutkan pukul 19:00 waktu Doha pada hari Minggu (16:00 GMT).
British Airways membatalkan layanan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai tersebut mengindikasikan layanan antara London Heathrow dan Abu Dhabi, Amman, Bahrain, Doha, Dubai, atau Tel Aviv dapat terpengaruh selama beberapa hari.
Virgin Atlantic membatalkan penerbangan Heathrow ke Dubai dan memperingatkan penerbangan ke India, Arab Saudi, dan Maladewa mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena pengalihan rute.
Wizz Air menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga Sabtu depan.
Heathrow, bandara tersibuk di Inggris, mendesak para pelancong untuk memeriksa informasi terbaru dengan maskapai penerbangan mereka.
Berikut jadwal penerbangan yang dibatalkan imbas serangan AS dan Israel dilansir dari flightaware.com By airline By origin airport By destination airport