Tinjau SPPG Karanglo, Ibas Ingin Pastikan Standar Higienitas dan Gizi MBG Terjaga

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis harus menghadirkan makanan yang sehat, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak.

Sebab, program ini berasal dari uang rakyat yang wajib dijalankan secara bertanggung jawab.

BACA JUGA: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi, Ibas Perkuat UMKM Desa

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua MPR RI DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglo, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (28/2).

Ibas memastikan seluruh proses pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional, khususnya terkait higienitas, kualitas bahan pangan, serta pengawasan distribusi makanan kepada para siswa penerima manfaat.

BACA JUGA: Sumsel Siap Jadi Contoh Nasional, Herman Deru Dukung MBG Berbasis Pangan Lokal

Dia meninjau langsung proses penerimaan bahan baku makanan dan menekankan pentingnya pengawasan kualitas gizi sejak tahap awal.

“Kami harus memastikan seluruh bahan makanan yang masuk benar-benar higienis dan memiliki kandungan gizi yang baik. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.

BACA JUGA: Jurus Misbakhun Ajak Konstituen Sukseskan KDMP & MBG Andalan Presiden

Lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut juga menaruh perhatian pada rantai pasok bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.

Dia memastikan bahwa buah dan sayur yang digunakan berasal dari petani lokal Ponorogo sehingga program nasional ini sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat daerah.

“Kalau bahan pangan diambil dari petani lokal, maka manfaat program ini menjadi berlipat. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, sementara ekonomi masyarakat sekitar juga ikut tumbuh,” jelas anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu.

Selain kualitas bahan makanan, Ibas turut memeriksa proses pencucian hingga pengeringan wadah makan yang digunakan dalam distribusi MBG.

Menurutnya, faktor kebersihan peralatan menjadi bagian krusial dalam menjaga keamanan pangan.

“Bukan hanya makanannya yang harus sehat, tetapi wadahnya juga harus steril. Proses pencucian dan pengeringan harus benar-benar diawasi karena ini bagian penting untuk mencegah risiko kesehatan,” tegas Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut.

Dia mengapresiasi operasional SPPG Karanglo yang dinilai mendapat respons positif dari masyarakat. Selain rasa makanan yang dinilai baik, porsi yang disajikan juga memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama bagi keluarga kurang mampu di wilayah sekitar.

Menurut Ibas, keberadaan SPPG tidak hanya membantu pemenuhan nutrisi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi pangan.

Dia juga mengingatkan bahwa penyesuaian menu menjadi makanan kering tidak boleh mengurangi standar kualitas program.

“Meskipun selama Ramadan menunya berbeda, porsi, kandungan gizi, dan penggunaan anggaran harus tetap sesuai standar. Semua harus termonitor dengan baik, termasuk proses pengiriman makanan agar aman sampai ke siswa. Jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan seperti keracunan makanan,” katanya.

Dia menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang dibiayai dari pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara optimal dan penuh tanggung jawab.

“Program ini tidak murah dan berasal dari uang rakyat. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar dijaga kualitasnya, transparan, dan memberikan manfaat nyata,” ungkap Ibas.

Kegiatan peninjauan di SPPG Karanglo turut dihadiri Komandan Kodim 0802 Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., Kepala Desa Karanglo Lor Samuri, Mitra SPPG Bagus Budi Santoso, Ketua Yayasan Dodik Winoto, Kepala SPPG Rafi Nur Anas, Ahli Gizi Tiara Amelia Putri, serta Akuntan SPPG Salsabila.

Hadir pula anggota DPRD Ponorogo Elvis Wibisono, Yuliana, Binti, dan Widodo yang bersama-sama memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai harapan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Ibas berharap SPPG Karanglo dapat menjadi contoh pelaksanaan dapur pelayanan gizi yang profesional, higienis, serta mampu memperkuat ketahanan gizi sekaligus perekonomian lokal di daerah. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei TBRC Sebut 89,7% Responden Mendukung Program MBG


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Netanyahu Sesumbar Berhasil Tewaskan Khamenei
• 12 jam laludisway.id
thumb
Satlantas Polres Pati Tanamkan Disiplin Lalu Lintas Melalui Kegiatan Pesantren Kilat
• 6 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Polres Ternate dan OJK Maluku Utara Perkuat Sinergitas untuk Berantas Kejahatan Scam Melalui Literasi Keuangan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Tak Hanya Ayatollah Khamenei, Sejumlah Jenderal dan Petinggi Militer Iran Tewas dalam Operation Epic Fury!
• 3 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah perkuat peran generasi muda melalui Mangrove Goes To School
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.