Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) bersama tim perkeretaapian, untuk mengantisipasi banjir di jalur rel kereta api, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
“Jadi nanti InsyaAllah kami bikin Satgas bersama dengan tim kereta api untuk memastikan bahwa apapun yang terjadi, semoga air hujan itu atau banjir tidak melimpah lagi ke rel kereta api,” ujar Dody di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026), dilansir Antara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan safari Ramadan sekaligus pengecekan kesiapan jalan nasional menghadapi periode mudik.
Pada kesempatan itu, pihak Kementerian PU juga meninjau kondisi jalur rel kereta api yang menjadi salah satu moda transportasi utama masyarakat saat Lebaran.
Dody mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan jalur rel tetap aman meski diguyur hujan deras, berbeda dengan kejadian sebelumnya di wilayah Pekalongan dan Grobogan yang sempat terendam banjir.
“Karena pada saat arus mudik kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang paling utama bagi rekan-rekan kita yang mudik ke arah Jawa dan Jakarta,” katanya.
Dia menegaskan, penanganan banjir di jalur rel tidak bisa dilakukan satu kementerian saja. Karena itu, pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Menteri Perhubungan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian.
“Tadi kami diskusikan cukup lama dan memang permasalahannya ada beberapa. Nanti saya mungkin akan bersurat resmi ke Pak Menteri Perhubungan, menyarankan apa yang mesti kami kerjakan secara bersama-sama. Karena itu enggak bisa dikerjakan PU sendiri, tapi harus kerja bareng antara PU dan Perhubungan,” ujarnya.
Sebelumnya, jalur kereta api Pantura Jawa Tengah antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi sempat terendam banjir pada Januari 2026. Setelah air surut, jalur tersebut kembali dapat dilalui mulai, Sabtu (17/1/2026).
Luqman Arif Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang kala itu mengatakan perjalanan kereta sudah kembali berjalan, namun dengan pembatasan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam demi keselamatan.
Saat banjir terjadi, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta dari Semarang dibatalkan serta penerapan pola operasi memutar untuk kereta dari arah barat menuju timur.(ant/bil/rid)




