Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang terbaru serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat.
IRGC Klaim Serang 27 Titik StrategisIRGC menyatakan, "Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," demikian pernyataan resminya.
Serangan tersebut diarahkan ke 27 titik yang diklaim sebagai sasaran strategis, termasuk pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, serta kompleks industri militer di Tel Aviv.
IRGC menegaskan, "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," tegasnya.
Balasan atas Serangan AS-Israel ke TeheranSebelumnya pada Sabtu pagi, 28 Februari waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan ke Iran termasuk ibu kota Teheran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa warga sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.
Menyusul wafatnya Ali Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan menetapkan libur kerja selama satu minggu.
IRGC dan Angkatan Darat Iran dalam pernyataan tertulis menyatakan akan membalas kematian Ali Khamenei.



