Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah hingga situasi lebih kondusif. Imbauan tersebut dikeluarkan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran yang juga menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatulloh Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2).
Konflik tersebut meluas setelah Iran membalas serangan dengan menembakkan rudal balistik ke Israel dan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.
Dikutip dari pernyataan tertulis Kemlu, Minggu (1/3), Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah kerja masing-masing.
Perwakilan RI telah mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat. Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah
"Kemlu bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan guna menyikapi perkembangan situasi ke depan," tulis pernyataan tersebut.
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan pembatalan dan penundaan aktivitas penerbangan menuju Timur Tengah pada Minggu (1/3). Keputusan ini menyusul penutupan wilayah udara di sejumlah negara kawasan tersebut.
Penerbangan yang terdampak atas penutupan itu antara lain Etihad Airways (EY472) tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways (QR954) tujuan Doha, Qatar Airways (QR957) tujuan Doha, Emirates (EK357) tujuan Dubai, Etihad Airways (EY475) tujuan Abu Dhabi, Garuda Indonesia (GA900) tujuan Doha, serta Etihad Airways (EY473) tujuan Abu Dhabi.
Sementara, ada pembatalan penerbangan kedatangan ke Soetta, yaitu penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta.
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap menyampaikan dengan adanya beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan, maka pihaknya telah memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak dengan sesuai prosedur yang berlaku. Ini termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.
"Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif," katanya dikutip dari Antara, Minggu (1/3).
Aziz memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya untuk rute internasional lainnya hingga kini tetap berlangsung dengan aman dan lancar.



