Sejumlah pejabat Iran, termasuk komandan angkatan bersenjata, tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Teheran. Selain pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, serangan AS-Israel tersebut juga menewaskan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammed Pakpour. Begini sosok keduanya.
Diketahui, AS-Israel tiba-tiba melancarkan serangan ke Teheran. Dalam serangan itu, pejabat senior dan komando tempur Iran tewas.
Iran mengkonfirmasi Ali Khamenei tewas. Selain Ali Khamenei, ternyata Nasirzadeh dan Pakpour ikut terbunuh. Berikut profil kedua petinggi militer Iran tersebut:
Nasirzadeh lahir di Sarab pada tahun 1964. Ia memulai karir militernya sebagai pilot pesawat tempur.
Karirnya terus melejit. Setelahnya ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran.
Nasirzadeh adalah tokoh kunci dalam lembaga pertahanan Teheran. Pada 21 Agustus 2024, Nasirzadeh ditunjuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Mohammad-Reza Gharaei Ashtiani.
Nasirzadeh kerap vokal mengancam AS dan Israel. Pada pertengahan 2025 saat konflik dengan negeri Paman Sam itu memanas, ia mengancam bakal menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.
PakpourPakpor lahir di Arak pada tahun 1961. Pakpour diangkat oleh Ali Khamenei sebagai komandan IRGC pada Juni 2025.
Pengangkatan ini terjadi setelah pembunuhan Hossein Salami dalam serangan udara Israel. Pada saat itu, ia diperintahkan untuk 'meningkatkan kemampuan, kesiapan, dan kohesi internal' IRGC.
IRGC dianggap sebagai salah satu cabang angkatan bersenjata Iran yang paling kuat. IRGC independen dari angkatan darat reguler Iran dan hanya bertanggung jawab kepada kantor Pemimpin Tertinggi.
Bertugas melindungi sistem politik Iran, IRGC memiliki otoritas yang luas di seluruh struktur keamanan Iran, termasuk pengawasan kemampuan rudal serta jaringan luas kelompok bersenjata sekutu di luar perbatasannya.
Pada bulan lalu, Pakpour telah memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan 'kesalahan perhitungan' setelah unjuk rasa besar-besaran melanda negara tersebut.
Pakpour mengatakan bahwa pasukan IRGC telah menempatkan "jari di pelatuk", yang mengindikasikan kesiapan tinggi.
(isa/imk)




