Mencuat inisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi juru damai buntut serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mewanti-wanti permasalahan konflik saat ini cukup besar.
"Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Ya Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan. Karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat dan Amerika," ujar JK kepada wartawan di Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
JK kemudian mengungkit perjanjian pemerintah Indonesia dengan AS yang menurutnya merugikan. Menurut JK, Indonesia dalam posisi tidak setara dengan AS.
"Dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu," ucapnya.
(dvp/fca)





