Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 23–27 Februari 2026 diwarnai lonjakan tajam sejumlah saham top gainers, dipimpin PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) yang melesat 76,86%. Sebaliknya, tekanan jual paling dalam terjadi pada PT Indospring Tbk. (INDS) yang anjlok 49,59%, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,44% secara mingguan.
Berdasarkan IDX Weekly Statistics, saham BNBR naik dari 121 ke 214 dan menjadi penguat tertinggi sepekan. Lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah saham lain dengan kenaikan di atas 25%.
Daftar Top Gainers Sepekan
- BNBR naik 76,86% menjadi Rp214
- JAYA naik 56,30% menjadi Rp186
- TKIM naik 50,68% menjadi Rp11.000
- KAQI naik 41,03% menjadi Rp110
- MEGA naik 40,48% menjadi Rp4.650
- ICON naik 30,00% menjadi Rp130
- BIPI naik 28,95% menjadi Rp294
- MDIA naik 27,27% menjadi Rp84
- WMUU naik 26,76% menjadi Rp90
- MSIN naik 25,49% menjadi Rp640
Di sisi sebaliknya, tekanan jual tajam membebani sejumlah saham sepanjang pekan. INDS mencatat penurunan terdalam setelah merosot dari 2.440 ke 1.230.
Daftar Top Losers Sepekan
- INDS turun 49,59% ke Rp1.230
- SOTS turun 41,67% ke Rp1.260
- SSTM turun 34,74% ke Rp930
- BLUE turun 27,94% ke Rp4.630
- RMKO turun 24,86% ke Rp665
- FUJI turun 22,13% ke Rp366
- BAIK turun 21,72% ke Rp346
- APLI turun 21,53% ke Rp328
- ARKO turun 20,43% ke Rp8.275
- ESTI turun 20,16% ke Rp206
Secara agregat, IHSG ditutup melemah 0,44% ke level 8.235,49 dari 8.271,77 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI menyusut 1,03% menjadi Rp14.787 triliun.
Baca Juga: Nilai Transaksi Saham Naik 25% dalam Sepekan, IHSG Justru Melemah
Baca Juga: Seharian Loyo, IHSG Hari Ini Mendadak Ditutup Naik ke Zona Hijau
Baca Juga: Pasar Obligasi Bergairah, Emisi Surat Utang 2026 Capai Rp28,71 T
Dari sisi sektoral, tekanan terbesar datang dari transportasi dan logistik yang turun 3,94%, disusul properti dan real estat 2,87%, serta energi 2,71%. Sebaliknya, sektor industri mencatat kenaikan tertinggi 5,24%, diikuti bahan baku3,21% dan keuangan 1,08%.
Aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi harian rata-rata naik 25,35% menjadi Rp29,95 triliun, meski frekuensi transaksi turun 3,72%. Investor asing mencatatkan net buy Rp4,91 triliun sepanjang pekan tersebut.





