Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah meninggal dunia di Jakarta pada hari ini, Minggu (1/3/2026).
Kabar lelayu tersebut disampaikan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra. Margaret wafat pada usia ke-47 tahun.
“Keluarga besar Komisi Perlindungan Anak Indonesia berdukacita atas berpulangnya Ibu Margaret Aliyatul Maimunah,” kata Jasra melalui pesan singkat kepada Bisnis.
Lebih lanjut, mendiang Margaret akan dimakamkan di kampung halamannya di Jombang, Jawa Timur pada hari yang sama.
Sementara itu, melalui akun Instagram KPAI, @kpai_official, Lembaga tersebut menyampaikan duka cita sekaligus mengapresiasi pengabdian dari Margaret.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini kami kehilangan sosok pemimpin, ibu, dan teladan yang begitu berarti bagi kami di Komisi Perlindungan Anak Indonesia," tulis KPAI.
Baca Juga
- KPAI Angkat Bicara soal Heboh Penolakan MBG, Minta BGN Lakukan Ini
- KPAI Tegaskan Keracunan MBG Tak Bisa Ditolerir, Minta Dihentikan Sementara
Menurut KPAI, Margaret bukan hanya ketua, tetapi juga sosok yang penuh keteguhan, kelembutan, dan keberpihakan tanpa lelah bagi perlindungan anak Indonesia.
"Dedikasi, kepedulian, dan nasihat beliau akan selalu hidup dalam setiap langkah kami. Terima kasih atas pengabdian dan cinta yang Ibu berikan untuk anak-anak negeri ini," tulis KPAI.
Margaret merupakan sosok perempuan dengan jiwa kepemimpinan yang tangguh. Selain menjadi ketua KPAI, dia juga saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama masa khidmah 2022-2027.
Profil Margaret Aliyatul MaimunahMargaret terpilih sebagai komisioner KPAI periode 2022–2027 dari unsur organisasi kemasyarakatan usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI pada November 2022 lalu.
Dia merupakan aktivis organisasi perempuan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), dengan jabatan terakhir sebagai Ketua Umum periode 2022–2027.
Mengutip laman resmi KPAI, Margaret menyelesaikan pendidikan S-1 Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 2002.
Dia melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Indonesia (UI), tepatnya program S-2 Studi Kajian Wanita pada 2006. Margaret juga tercatat masih menempuh pendidikan S-3 Ilmu Pemerintahan di IPDN Jakarta sebelum wafat.




