Klasemen Moto3 : Kejutan Veda Ega Pratama Langsung Masuk di Jajaran 5 Pembalap Terbaik

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

Kejutan dari Buriram: Ketika Veda Ega Pratama Langsung Menyusup ke Elite Moto3

FAJAR, BURIRAM –Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu siang itu menghadirkan lebih dari sekadar balapan pembuka musim Moto3 2026. Di tengah dominasi pembalap-pembalap Eropa, sebuah nama dari Indonesia perlahan muncul di papan klasemen—bukan sebagai pelengkap, melainkan pesaing baru.

Veda Ega Pratama, pembalap muda yang membawa harapan besar motorsport Indonesia, menutup balapan Moto3 Thailand dengan finis di posisi kelima. Hasil yang mungkin terlihat sederhana di atas kertas, tetapi memiliki arti jauh lebih besar dalam konteks persaingan kelas ringan kejuaraan dunia tersebut.

Finis kelima langsung mengantarkannya masuk jajaran lima besar klasemen sementara Moto3 2026—sebuah pencapaian yang jarang diraih pembalap Indonesia di awal musim kompetisi dunia.

Balapan sendiri berlangsung dramatis sejak start. Pembalap Spanyol David Almansa, yang memulai dari pole position, langsung mengambil kendali lomba. Ia menjaga ritme sejak lap awal, meski tekanan terus datang dari kompatriotnya, Maximo Quiles.

Pertarungan keduanya bertahan hingga garis finis. Almansa akhirnya menang dengan selisih yang nyaris tak terukur: hanya 0,003 detik dari Quiles. Margin waktu yang menggambarkan betapa ketatnya Moto3—kelas balap yang terkenal dengan duel roda ke roda tanpa ruang kesalahan.

Kemenangan itu menempatkan Almansa di puncak klasemen dengan 25 poin, diikuti Quiles dengan 20 poin. Valentin Perrone yang finis ketiga mengoleksi 16 poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara.

Namun perhatian publik Indonesia justru tertuju pada posisi kelima.

Veda Ega Pratama mengumpulkan 11 poin dari seri pembuka, cukup untuk menempatkannya di belakang Alvaro Carpe yang berada di posisi keempat dengan 13 poin. Selisih tipis tersebut membuka peluang besar bagi pembalap muda Indonesia itu untuk terus bersaing di papan atas.

Perjalanan Veda di Buriram tidak sepenuhnya mulus.

Memulai lomba dari posisi kelima, ia sempat turun satu posisi pada tikungan pertama akibat ketatnya perebutan ruang di lap awal. Moto3 memang dikenal sebagai kelas paling agresif, di mana selisih sepersekian detik bisa mengubah urutan secara drastis.

Momentum mulai berubah pada lap ketiga ketika Ryusei Yamanaka tergelincir di tikungan keenam. Insiden itu membuka ruang bagi Veda untuk kembali ke posisi lima besar. Tak lama berselang, kecelakaan Cornas Buchanan semakin mengubah dinamika balapan.

Di tengah situasi yang kacau, Veda memilih pendekatan berbeda: konsisten menjaga ritme.

Alih-alih memaksakan manuver berisiko, ia mempertahankan stabilitas lap demi lap. Strategi itu terbukti efektif. Saat sejumlah pembalap kehilangan posisi akibat duel agresif, Veda justru mampu bertahan di kelompok depan hingga akhir lomba.

Finis kelima mungkin bukan podium, tetapi bagi pembalap yang baru menapaki musim penuh di Moto3, hasil tersebut menjadi sinyal penting. Ia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga cukup matang untuk bertahan dalam balapan dengan intensitas tinggi.

Lebih dari sekadar angka klasemen, pencapaian ini memperlihatkan perubahan lanskap pembinaan balap motor Indonesia. Nama Veda kini berdiri sejajar dengan para pembalap muda Eropa yang selama ini mendominasi jalur menuju MotoGP.

Musim masih panjang. Moto3 dikenal sebagai kompetisi yang fluktuatif—satu kesalahan kecil bisa menjatuhkan posisi klasemen secara drastis. Namun awal yang kuat sering kali menjadi fondasi mental bagi pembalap muda untuk melangkah lebih jauh.

Buriram mungkin baru seri pertama. Tetapi bagi Veda Ega Pratama, hasil ini adalah pernyataan awal: ia datang bukan sekadar belajar, melainkan untuk bersaing.

Dan ketika klasemen sementara menempatkan namanya di lima besar dunia, harapan baru motorsport Indonesia pun mulai menemukan bentuknya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Lanjutkan Serangan Baru ke Iran, Sasar 30 Target Lokasi
• 9 jam laludetik.com
thumb
Mirisnya Nasib Sriwijaya FC: Baru Kumpulkan 2 Poin, Terdegradasi dari Pegadaian Championship 2025/2026 meski Menyisakan 6 Laga
• 2 jam lalubola.com
thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
MBG: Investasi Piring vs Investasi Otak– Menghitung Mundur Kenaikan IPM Indonesia
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Persik siap hadapi Persis untuk kembali ke jalur kemenangan
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.