Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan persediaan komoditas pangan strategis dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri, termasuk di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
"Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu (2025/2026). Diharapkan selama Ramadhan hingga Idul Fitri (2026) nanti kondisi juga tetap stabil," kata Rizal dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Rizal mengaku telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, yakni Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan.
Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah konkret memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sidak tersebut turut didampingi Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, Pimwil Bulog Jawa Tengah Sri Muniati, serta bersinergi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Semarang, serta Satgas Pangan.
Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan pada Jumat (27/2), kata Rizal, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil dan masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga beras premium berada pada Rp14.900/kg, beras medium Rp13.500/kg, dan beras SPHP Rp12.500/kg.
Untuk harga daging sapi tercatat turun dari Rp140.000/kg menjadi Rp130.000/kg. Sementara harga daging ayam berada di kisaran Rp35.000/kg, turun dari hari sebelumnya Rp40.000/kg. Untuk cabai merah kisaran Rp32.000/kg.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan,” ujar Rizal.
Ia menegaskan intensifikasi monitoring dilakukan sepanjang Ramadhan 2026 guna memastikan kecukupan stok dan stabilitas harga di pasaran.
Sebagai bagian dari upaya transparansi dan penguatan pengawasan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memasang daftar harga kebutuhan pokok yang menjadi acuan bagi pedagang dan konsumen.
Daftar harga tersebut juga berfungsi sebagai instrumen kontrol bagi Satgas Pangan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan HET.
Selain memantau, pihaknya juga turut melakukan sosialisasi kepada pedagang agar tetap menjual komoditas sesuai aturan yang berlaku serta menjaga ekosistem perdagangan yang sehat dan kondusif, tanpa merugikan konsumen maupun pelaku usaha.
"Ini menjadi wujud sinergi lintas sektor antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat pengawas dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional," tutur Rizal.
Dengan koordinasi yang solid, lanjut Rizal, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.
Adapun BUMN pangan itu hingga saat ini mengelola 3 juta ton lebih stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Baca juga: Bapanas dan Bulog percepat distribusi bantuan beras dan minyak goreng
Baca juga: Ini langkah Bulog Jakarta Banten untuk pastikan stok pangan aman
Baca juga: Bulog beli 30 ton gabah dari sawah terdampak banjir di Jateng
"Kita memiliki pengalaman menjaga stabilitas harga pada periode Natal dan Tahun Baru lalu (2025/2026). Diharapkan selama Ramadhan hingga Idul Fitri (2026) nanti kondisi juga tetap stabil," kata Rizal dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Rizal mengaku telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, yakni Pasar Johar, Pasar Kepanjen, dan Pasar Kanjengan.
Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah konkret memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sidak tersebut turut didampingi Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto, Pimwil Bulog Jawa Tengah Sri Muniati, serta bersinergi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dan Kota Semarang, serta Satgas Pangan.
Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan pada Jumat (27/2), kata Rizal, harga bahan pokok secara umum terpantau relatif stabil dan masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga beras premium berada pada Rp14.900/kg, beras medium Rp13.500/kg, dan beras SPHP Rp12.500/kg.
Untuk harga daging sapi tercatat turun dari Rp140.000/kg menjadi Rp130.000/kg. Sementara harga daging ayam berada di kisaran Rp35.000/kg, turun dari hari sebelumnya Rp40.000/kg. Untuk cabai merah kisaran Rp32.000/kg.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan,” ujar Rizal.
Ia menegaskan intensifikasi monitoring dilakukan sepanjang Ramadhan 2026 guna memastikan kecukupan stok dan stabilitas harga di pasaran.
Sebagai bagian dari upaya transparansi dan penguatan pengawasan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memasang daftar harga kebutuhan pokok yang menjadi acuan bagi pedagang dan konsumen.
Daftar harga tersebut juga berfungsi sebagai instrumen kontrol bagi Satgas Pangan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan HET.
Selain memantau, pihaknya juga turut melakukan sosialisasi kepada pedagang agar tetap menjual komoditas sesuai aturan yang berlaku serta menjaga ekosistem perdagangan yang sehat dan kondusif, tanpa merugikan konsumen maupun pelaku usaha.
"Ini menjadi wujud sinergi lintas sektor antara BUMN pangan, pemerintah daerah, kementerian terkait, dan aparat pengawas dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional," tutur Rizal.
Dengan koordinasi yang solid, lanjut Rizal, diharapkan kondisi pasar tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.
Adapun BUMN pangan itu hingga saat ini mengelola 3 juta ton lebih stok cadangan beras pemerintah (CBP).
Baca juga: Bapanas dan Bulog percepat distribusi bantuan beras dan minyak goreng
Baca juga: Ini langkah Bulog Jakarta Banten untuk pastikan stok pangan aman
Baca juga: Bulog beli 30 ton gabah dari sawah terdampak banjir di Jateng





