Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melancarkan serangan balasan terhadap AS maupun Israel.
Peringatan keras ini merespons ancaman Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menjanjikan "operasi ofensif paling menghancurkan dalam sejarah" setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel pada Sabtu kemarim.
Melalui platform Truth Social miliknya, Trump memperingatkan Iran untuk tidak mencoba melakukan serangan balasan, sembari menjanjikan respons militer yang belum pernah ada sebelumnya.
“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. MEREKA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKANNYA, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENGHANTAM MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!” tulis Trump, dikutip dari BBC, Minggu, 1 Maret 2026.
Konflik pecah sejak Sabtu, 28 Februari 2026 menyusul serangan udara besar-besaran aliansi AS-Israel ke Teheran yang melumpuhkan struktur kekuasaan Iran.
Hingga saat ini, Iran dilaporkan telah mulai meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah negara Teluk, memicu eskalasi ketegangan di seluruh kawasan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.
Untuk WNI yang hendak bertolak menuju Timur Tengah, Kemlu mengimbau untuk menunda perjalanan hingga situasi menjadi lebih kondusif.
Baca juga: Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah hingga Situasi Kondusif




