Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menjelang perhelatan Piala Dunia FIFA 2026, antusiasme masyarakat Indonesia semakin terasa di berbagai ruang, baik di ruang publik maupun di linimasa media sosial.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini tidak lagi sekadar ajang olahraga, tetapi telah menjelma menjadi pesta bersama yang dinantikan lintas generasi.
Di berbagai kota, perbincangan tentang Piala Dunia mulai mengisi obrolan sehari-hari. Dari warung kopi, kampus, kantor, hingga ruang keluarga, publik membicarakan negara unggulan, pemain bintang, jadwal pertandingan, hingga rencana nonton bersama.
Atmosfer kebersamaan ini menegaskan posisi sepak bola sebagai bahasa universal yang menyatukan masyarakat Indonesia.
Fenomena tersebut kian menguat di media sosial. Platform seperti TikTok, Instagram, dan X dipenuhi konten kreatif bertema Piala Dunia 2026, mulai dari video reaksi penggemar, prediksi skor, kilas balik momen legendaris edisi sebelumnya, hingga tren bertagar #RoadToWorldCup2026 dan #NontonPialaDunia.
Interaksi digital ini menunjukkan bahwa Piala Dunia telah menjadi bagian dari budaya populer dan percakapan kolektif publik.
Sebagai pemegang hak siar resmi, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) menangkap antusiasme tersebut sebagai energi positif untuk menghdirkan siaran yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
LPP TVRI memosisikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum kebersamaan nasional, di mana publik dapat menikmati pertandingan secara mudah, berkualitas, dan merata dari Sabang hingga Merauke.
Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI Ezki Suyanto menggambarkan tingginya gairah publik terhadap turnamen ini sebagai fenomena yang hidup dan berkelanjutan.
“Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 sudah terasa jauh sebelum pertandingan dimulai. Setiap hari ada percakapan, ada konten, ada emosi yang terus bergerak. Piala Dunia memiliki daya tarik seperti cerita berseri, membuat publik ingin terus mengikuti dan menantikan pertandingan berikutnya,” ujar Ezki, Minggu, 1 Maret 2026.
Menurutnya, siaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga pengalaman menonton yang membangun kedekatan emosional dengan pemirsa.
Melalui pendekatan siaran yang adaptif dengan ekosistem digital, LPP TVRI berupaya menjadikan Piala Dunia sebagai ruang interaksi publik, baik di layar televisi maupun di media sosial.
Lebih jauh, euforia Piala Dunia turut berdampak pada meningkatnya aktivitas sosial masyarakat, seperti nonton bareng di ruang publik, kegiatan komunitas, hingga pergerakan ekonomi lokal di berbagai daerah.
Momentum ini memperlihatkan Piala Dunia 2026 bukan hanya peristiwa global, melainkan juga peristiwa sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, LPP TVRI berkomitmen menghadirkan siaran Piala Dunia FIFA 2026 sebagai tontonan yang menyatukan, menghibur, dan menguatkan rasa kebangsaan, sehingga pesta sepak bola dunia ini benar-benar menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews





