Imbas Konflik Timur Tengah, DPR Desak Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Konflik yang memanas di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada jemaah umrah asal Indonesia.

Penutupan ruang udara dan gangguan jadwal penerbangan internasional membuat puluhan ribu jemaah terancam tertahan di negara transit.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mendesak Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak lambat mengambil langkah mitigasi.

Ia menegaskan, koordinasi sudah dilakukan, namun langkah konkret harus segera terlihat.

"Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah. Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai, karena mereka yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak," ujar Abdul Wachid, Minggu (1/3/2026).

Ketua Panja Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid
Sumber :
  • tvOnenews/Hadi Zulkifli

Menurutnya, jemaah yang berada di titik transit seperti Doha dan Dubai menjadi kelompok paling rawan jika eskalasi konflik berujung pada penutupan akses penerbangan secara tiba-tiba.

Situasi ini dinilai tidak boleh dianggap sepele, apalagi arus keberangkatan umrah meningkat tajam saat Ramadhan.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga mengingatkan tanggung jawab penuh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Ia meminta travel tidak lepas tangan ketika situasi darurat terjadi.

"Saya meminta pihak travel (PPIU) untuk benar-benar bertanggung jawab dan bekerja sama penuh dengan Pemerintah. Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan," ungkap Abdul Wachid.

"Di saat yang sama, Pemerintah melalui Kemenhaj harus menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan pihak KBRI di negara-negara transit tersebut, serta seluruh stakeholder terkait lainnya agar perlindungan jemaah kita terjamin," tegasnya.

Tak hanya meminta koordinasi, Wachid bahkan memberi batas waktu. Jika situasi tak kunjung membaik, ia menuntut langkah darurat segera diumumkan.

"Jika dalam lima hari ke depan situasi keamanan masih terus memanas, kami mengharapkan sudah ada langkah konkret untuk perlindungan WNI, baik yang sedang melaksanakan umrah di tanah suci maupun yang terdampar di negara-negara transit," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juventus vs AS Roma Live di ANTV: Comeback Gleison Bremer dan Paulo Dybala Ketemu Mantan
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Gubernur Jakarta Pramono Anung Bakal Hubungkan JIS dengan Ancol, Ini Tujuannya
• 26 menit laluliputan6.com
thumb
Taksi Listrik Tabrak Angkot hingga Minibus di Jakpus, Kasus Berakhir Damai
• 21 jam laludetik.com
thumb
Konflik AS-Israel dengan Iran, JK: Ini Berpotensi Ganggu Pasokan BBM RI
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Safari Ramadan NasDem di Probolinggo, Saan Mustopa Kunjungi Ponpes Hati
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.