Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ali Khamenei gugur, Anwar Abbas kritik keras arogansi kepemimpinan Donald Trump.
  • Anwar Abbas sebut agresi Amerika Serikat ke Iran mencederai perdamaian dunia.
  • Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran picu sorotan tajam atas kelemahan peran PBB.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Gugurnya Khamenei memicu reaksi keras dari berbagai pihak, salah satunya Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan, Anwar Abbas.

Anwar menilai agresi militer tersebut secara tidak langsung mengukuhkan posisi Presiden AS, Donald Trump, sebagai sosok pemimpin yang mengabaikan nilai-masing-masing kedaulatan negara lain.

“Donald Trump adalah tokoh pemimpin dunia yang telah berhasil mengukuhkan dirinya menjadi bandit terbesar dan paling biadab pada abad ini,” ujar Anwar Abbas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Anwar berpendapat bahwa tindakan kemanusiaan yang dilakukan oleh Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sudah melampaui batas kewajaran. Dengan keunggulan kekuatan ekonomi, politik, dan teknologi, Anwar menuding Trump telah melakukan penangkapan serta pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi negara lain yang menolak tunduk pada arahannya.

Ia mengingatkan bahwa Ali Khamenei bukanlah satu-satunya pemimpin yang menjadi target kebijakan keras Washington. Sebelumnya, AS pernah menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, untuk kemudian ditahan di Amerika Serikat.

“Kini, Ali Khamenei dibunuh. Pertanyaannya, apakah tindakan seperti ini akan terus dibiarkan?” ucap Anwar. Ia mengkhawatirkan praktik semacam ini akan terus berlanjut mengingat posisi AS sebagai negara adidaya dengan kekuatan perangkat perang tercanggih di dunia.

Lebih lanjut, Anwar menyoroti pudarnya wibawa lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai PBB saat ini seolah tidak berdaya dalam mewujudkan perdamaian dunia maupun menghentikan aksi agresi sepihak.

“Siapa yang mampu mengendalikan dunia agar peristiwa biadab seperti ini bisa dihentikan?” ungkapnya retoris.

Anwar juga melihat bahwa pemimpin kekuatan besar lainnya, seperti Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, tampak sulit mengimbangi dominasi Trump saat ini. Ia bahkan berspekulasi tidak menutup kemungkinan nama-nama pemimpin dunia lainnya juga masuk dalam target kebijakan AS yang serupa.

Baca Juga: Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran

“Meskipun mendapatkan gelombang kritik dan kutukan dari pemimpin dunia lainnya, Trump tampak tidak peduli. Baginya, yang terpenting adalah ambisi pribadi dan kepentingan negaranya tidak terganggu,” tutur Anwar.

Sebelumnya, agresi militer gabungan AS-Israel ke Iran pada Sabtu lalu mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah serta memakan korban jiwa dari kalangan sipil. Serangan tersebut segera dibalas oleh Iran melalui peluncuran rudal ke wilayah Israel serta sejumlah instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Insiden tragis ini dipastikan telah merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Patokan Ekspor Emas Naik 1,3 Persen Didorong Meningkatnya Permintaan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
CFD Depok Sepi saat Ramadan, Warga: Jadi Lebih Leluasa Olahraga
• 10 jam laludetik.com
thumb
Utamakan Keselamatan Selama Bulan Ramadan, KAI Ingatkan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran Segera Dimulai, Bagaimana Mekanismenya?
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menteri PU: Diskon Tarif Jalan Tol 30 Persen Dimulai H-9 Lebaran
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.