Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang akan melanda wilayah pesisir di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan ini berlaku hingga 4 Maret 2026 mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menjelaskan banjir rob dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diperkirakan mencapai 1,8 meter. Fenomena ini terjadi seiring dengan fase bulan purnama yang memperkuat gaya gravitasi bulan terhadap bumi.
"Kami memperkirakan pasang maksimum terjadi pukul 20.00 hingga 00.00 Wita di Lembar. Sementara pasang maksimum di Sape mulai pukul 20.00 sampai 01.00 Wita," ujarnya di Mataram seperti dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Satria menambahkan, tinggi gelombang laut dalam periode tersebut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 5 sampai 25 knot yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut.
Sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok yang berpotensi terdampak antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuan Lombok. Sementara itu, di Pulau Sumbawa, kawasan yang masuk dalam kategori rawan banjir rob meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.
Baca Juga :
Banjir Rob Setinggi 1 Meter Ancam Pantura Jateng Sore Ini
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir rob perlu diwaspadai terutama pada malam hari saat puncak pasang laut maksimum berlangsung.
"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan gelombang terkini, serta segera melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kerugian akibat rob," kata Satria.
Fenomena pasang maksimum ini diperkuat oleh fase purnama total yang dijuluki Worm Moon yang akan terjadi pada 3 Maret 2026. Fase ini berkontribusi terhadap pasang laut tertinggi, sehingga meningkatkan risiko genangan air laut ke daratan pesisir.
Ilustrasi - Kondisi perairan di pesisir Kota Kupang, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Selain purnama, pada hari yang sama juga akan terjadi fenomena gerhana bulan total. Peristiwa astronomi ini terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.
Berdasarkan data BMKG, gerhana akan dimulai dengan fase penumbra pada pukul 16.42 Wita. Puncak gerhana total akan terjadi pada pukul 19.03 Wita dan fase penumbra akan berakhir pada pukul 22.24 Wita. Gerhana bulan total 3 Maret 2026 ini diprediksi berlangsung selama 59 menit 27 detik dan merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133.
Sebagai catatan, gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana kali ini adalah gerhana bulan total pada 21 Februari 2008. Adapun gerhana bulan berikutnya yang masih dalam satu siklus adalah gerhana bulan total pada 13 Maret 2044.




