Pembunuhan Ali Khamenei Dinilai Preseden Berbahaya, Dunia Bisa Masuk Era Hukum Rimba

tvonenews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat suara perihal kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran yang disebut melibatkan Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

Ketua Deplu dan Kerjasama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi nasional bagi Iran, tetapi ancaman serius bagi tatanan global.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran. Berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan ini dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat. Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” tegas Luluk dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026). 

PKB dengan tegas mengutuk apa yang disebut sebagai pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat.

“Kami mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat. Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ini tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, tidak dapat diterima dalam norma kemanusiaan, dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia,” lanjutnya.

Menurut Luluk, jika praktik semacam ini dibiarkan, maka sistem internasional akan bergerak ke arah hukum rimba yang dikendalikan kekuatan militer.

“Jika praktik semacam ini dibiarkan, maka dunia sedang bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum. Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketiadaan sanksi tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terhadap Israel dalam konflik Palestina, yang dinilai membuka ruang eskalasi baru.

“Ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terhadap Israel dalam tragedi kemanusiaan di Palestina, telah membuka ruang keberanian baru bagi eskalasi kekerasan. Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Surplus Neraca Dagang Januari 2026 Menyusut Jadi USD 950 Juta
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Setiap Jam 3 Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual
• 7 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Pakar Politik dari Qatar University sebut Iran Sudah Berhitung Kemungkinan Terburuk yang Menimpa Ali Khamenei
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Anti Klimaks! Yolla Yuliana Cs Tersingkir, Jakarta Livin Mandiri Gagal ke Final Four Proliga 2026 Usai Dibungkam Electric PLN 3-0!
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Diserang AS-Israel, Penerbangan Bali Ikut Terguncang
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.