Qatar Tutup Ruang Udara, WNI Laporkan Suara Ledakan di Doha

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Doha: Pemerintah Qatar menutup ruang udara dan mengeluarkan peringatan nasional kepada warga untuk tetap berada di dalam ruangan setelah konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, berdampak langsung ke kawasan Teluk.

Penutupan ruang udara dilakukan menyusul laporan serangan yang menargetkan fasilitas militer di wilayah tersebut.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor lepas pantai di Qatar, Nur Mahfudhin, mengatakan situasi berubah cepat sejak siang hari waktu setempat.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya aktivitas di Bandara Internasional Hamad masih berjalan normal. Namun, tidak lama kemudian pemerintah mengeluarkan imbauan darurat.

“Kemarin kita jam 12 siang waktu lokal di Doha itu airspace-nya sudah mulai ditutup dan seluruh penerbangan dibatalkan,” kata Mahfudhin dalam wawancara di program Breaking News Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026.

Pemerintah Qatar juga mengirimkan peringatan nasional kepada warga untuk tetap berada di dalam ruangan. “Kami dapat national alert dari government untuk tetap stay inside dan menghindari aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Warga diminta tetap berada di rumah, apartemen, atau hotel, kecuali untuk kebutuhan mendesak. Mahfudhin mengatakan sempat mendengar beberapa ledakan yang diduga berasal dari sistem pertahanan udara.

“Memang sempat mendengar ada beberapa ledakan interception yang dilakukan oleh sistem pertahanan di sini,” katanya.

Mahfudhin juga mendengar dentuman lain pada pagi hari saat berada di hotel. Menurutnya, serangan tersebut kemungkinan menargetkan fasilitas militer di wilayah Qatar.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha terus memantau situasi dan memberikan pembaruan kepada WNI. Mahfudhin mengatakan KBRI aktif memberikan informasi dan arahan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada keluarga di Indonesia agar tidak panik. “Selama masih bisa berkomunikasi tetap tenang. Intinya itu, biar tidak overthinking kejadiannya,” kata Mahfudhin. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Arab Saudi Kutuk Serangan Iran ke Negara-Negara Teluk, Minta Dunia Ikut Mengecam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Transisi Energi, Ekosistem Hidrogen Hijau Dikebut
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu 1 Maret 2026: Waspadai Hujan Lebat di Jateng hingga Kalimantan
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kecewa Lihat Warganya Sering Minta Bantuan, Dedi Mulyadi Beri Sentilan Menohok: Bantuan Tidak Memperkaya Anda!
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Swasembada Energi Dinilai Jadi Kunci Hadapi Dampak Konflik AS-Israel-Iran
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Iran Lancarkan Serangan Balasan, Israel Masuk Status Darurat Khusus
• 16 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.