Ada enam golongan umat Islam yang disenangi Allah SWT, salah satunya adalah umat yang senantiasa menjaga kesucian diri baik secara fisik maupun batinnya. Ini disebutkan Gus Arifin Anwar, Pengasuh Ma’had al Khoiriyah Plaosan, saat mengisi tausiah bertema Hamba yang Disenangi Allah pada penutupan JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya, Minggu (1/3/2026) sore menjelang buka puasa.
Dalam ceramahnya, Gus Arifin mengatakan, golongan pertama umat yang disenangi Allah adalah orang yang gemar mensucikan diri, baik secara lahir maupun batin, seperti menjaga kebersihan, berwudu, serta menjaga lisan, pikiran, dan hati dari perbuatan dosa.
“Adapun yang pertama itu, orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Innallaha yuhibbul mutahobi. Yaitu orang-orang yang suka menyucikan dirinya, membersihkan dirinya dari dosa-dosa, agar senantiasa dapat dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” katanya.
Kedua, orang yang senantiasa bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah serta tidak membuka kembali aib yang telah ditutupi oleh Allah.
“Tentu saja orang-orang yang bertaubat ini adalah orang-orang yang betul-betul bertaubat kepada Allah dan kemudian tidak menceritakan perbuatan-perbuatan dosanya kepada orang-orang lain,” ujarnya.
Ketiga, orang yang gemar berbuat kebaikan, termasuk memberi manfaat bagi sesama, berbuat baik kepada tetangga, peduli terhadap fakir miskin dan anak yatim, serta menjaga lingkungan sekitar.
“Sesungguhnya Allah ini maha pengampun dan maha rida,” tegas Gus Arifin.
Lalu, golongan keempat hamba yang disenangi Allah adalah orang yang sabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik dari keluarga, lingkungan, maupun kondisi sosial.
“Sungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
Kemudiam, yang kelima, orang yang bertawakal, yakni berserah diri kepada Allah setelah berusaha dan berikhtiar.
“Karena jerih payah takawkal inilah kemudian Allah menghadiahkan cintanya kepada hamba yang tawakal ini,” katanya.
Terakhir, hamba yang disenangi Allah adalah orang yang berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang adil,” lanjutnya.
Gus Arifin mengatakan bahwa hamba yang dicintai Allah akan memperoleh perlindungan, ketenteraman, hidayah, serta keberkahan dalam hidupnya.
“Karena ketika seseorang itu dicintai Allah maka hamba ini InsyaAllah akan mendapatkan perlindungan, hidayah, ketenteraman, kesenangan, kenyamanan, bahkan mendapatkan keberkahan dari apa yang sudah dilakukan,” tandasnya. (ily/ris/saf/faz)




