ABI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Sulsel menggelar buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa, Minggu, 1 Maret.

Agenda ini melibatkan lebih dari 400 anak yatim dan ratusan kaum dhuafa. Kegiatan ini juga didukung oleh Dana Mustadhafin.

Ketua DPW ABI Sulsel, Imran Latief menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk mengurai stigma negatif terhadap kelompok minoritas, khususnya mazhab Ahlul Bait (Syiah) di Indonesia.

“Kami mau mengurai stigma itu melalui khidmat, bukan melalui konsep apologetik atau debat argumentatif yang bisa memperkeruh suasana. Sesuai pesan Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, aksi berbagi ini berlangsung di tengah suasana kebatinan yang ambigu bagi keluarga besar ABI. Kata Imran, hari ini sebagai momen yang penuh haru lantaran bertepatan dengan kabar syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei, yang gugur dalam perjuangan melawan rezim zionis.

“Kami merasa ambigu; bahagia bisa berbagi dengan anak yatim, namun di sisi lain kami berduka atas syahidnya Sayyid Ali Khamenei pagi ini. Beliau bukan sekadar pemimpin kenegaraan, tapi ulama spiritual yang melampaui batas teritorial,” ungkapnya.

Imran menambahkan bahwa aksi sosial ini merupakan cerminan dari warisan ideologis Ali Khamenei yang selalu menekankan pentingnya membangun narasi persatuan dan kemanusiaan.

“Beliau mengajarkan bahwa di luar perang rudal, ada perang narasi. Kami ingin menunjukkan bahwa di Indonesia, semangat berbagi dan persatuan adalah harga mati,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, tercatat ratusan anak dari 20 panti asuhan di seluruh Kota Makassar hadir menerima santunan. Range usia anak-anak yang diundang dibatasi antara 6 hingga 13 tahun (usia sekolah dasar hingga kelas 8 SMP).

Meski awalnya menargetkan 1.000 anak yatim, keterbatasan pendanaan membuat panitia memfokuskan pada kualitas santunan dan kebahagiaan para peserta yang hadir.

“Target awal kami 1.000, namun kemampuan pendanaan baru mencukupi untuk 370 anak. Di atas segalanya, tujuan kami adalah idkhalus surur atau memasukkan kebahagiaan ke hati mereka. Senyum mereka di tengah kekurangan adalah sesuatu yang sangat mahal bagi kami,” jelas pakar humaniora tersebut.

Melalui ormas ABI, Imran berharap dapat terus menjembatani dialog antarumat beragama dan mazhab di Indonesia.

Sebagai “anak ideologis” yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, ABI Sulsel berkomitmen untuk terus berbakti pada bangsa melalui jalur kemanusiaan.

“Kami adalah anak-anak bangsa yang punya hak untuk menjalankan pengabdian dan berbakti pada tanah air kami. Semoga langkah kecil ini menjadi jembatan persatuan yang kokoh,” pungkasnya. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transisi Kekuasaan Iran: Dewan Kolektif Gantikan Peran Pemimpin Tertinggi
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kenneth DPRD DKI: Lapangan Padel di Permukiman Jangan Korbankan Kenyamanan Warga
• 14 jam laludetik.com
thumb
Apa Itu Selat Hormuz yang Ditutup Pasca Iran Diserang Israel-AS? Ini Dampaknya Bagi Indonesia
• 11 jam laludisway.id
thumb
Gempa Dangkal di Bener Meriah Aceh Dipicu Sesar Aktif
• 12 jam laludetik.com
thumb
IRCS: Serangan AS-Israel di Iran tewaskan 200 orang lebih, 750 terluka
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.