Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi beri bantuan ke seorang lansia mendadak ramai jadi perbincangan publik. Usut punya usut, hal itu dilakukan sang Gubernur Jawa Barat itu karena terenyuh melihat perjuangan sang nenek yang besarkan dua cucu yatim.
Peristiwa tersebut pun terjadi tatkala Dedi Mulyadi menghadiri acara Tarling (Tarawih Keliling) di Bekasi. Mulanya Dedi meminta seorang nenek bernama Resih (65) untuk naik panggung.
Nenek Resih sendiri rupanya ikut acara Tarling karena ingin bertemu Dedi Mulyadi. Di momen itu, Dedi mengorek kisah sang nenek yang ternyata sudah hidup menjanda sepeninggal suaminya.
"Enggak ada, sudah meninggal," ujar nenek Resih, dikutip Grid.ID dari tayangan Youtube Lembur Pakuan, Jumat (27/2/2026).
Sehari-hari, nenek Resih yang sudah tua pun masih harus mengurus salah satu dari empat anaknya yang penyandang disabilitas tunawicara. Dan anak ketiganya yang bernama Nimah yang juga seorang janda lantaran suaminya telah meninggal.
Kendati demikian, Nimah memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA yang juga diurus nenek Resih. Untungnya, Nimah bekerja di klinik dengan gaji Rp 2 juta.
Kepada Dedi Mulyadi, nenek Resih curhat dua cucunya itu harus bayar karena menempuh pendidikan di sekolah swasta. Mendengar hal itu Dedi menegaskan seharusnya anak yatim yang miskin, baik di sekolah negeri maupun swasta, menjadi tanggung jawab pemerintah (Bupati/Gubernur).
"Mak, swasta itu kalau SMP harus menjadi tanggung jawab Bupati kalau memang miskin," ujar Dedi Mulyadi.
Setelahnya, Dedi Mulyadi beri bantuan karena merasa terenyuh dengan kisah nenek Resih yang ikhlas ikut merawat dua cucunya yang yatim tersebut. Ya, Dedi memberi bantuan berupa uang sekitar Rp 5 juta.
Mendapat bantuan tersebut, nenek Resih lantas langsung bersujud syukur. Bahkan setelahnya, sang nenek juga mendapat uang dari jajaran pemerintah yang hadir di acara Tarling tersebut.
Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar tunggakan atau biaya tertentu (mungkin sekolah) selama 2 tahun.
Terakhir, usai Dedi Mulyadi beri bantuan, ia menyampaikan pesan bahwa seorang pemimpin harus sering bertemu warganya agar mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Sebelumnya, dilansir dari TribunJabar.id, Dedi menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 ini, siswa miskin dan yatim piatu yang sekolah di swasta akan menjadi tanggung jawab Gubernur.
Tak hanya biaya sekolah, tanggung jawab tersebut juag diberikan termasuk untuk urusan biaya, buku, sepatu, hingga tas yang dihimpun melalui dana zakat atau pajak. (*)
Artikel Asli




