Kredit Nganggur Capai Rp2.506,47 Triliun, BI Dorong Perbankan Turunkan Bunga Lebih Cepat

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ketahanan perbankan dan industri keuangan terjaga, dengan likuiditas yang memadai dan ruang penyaluran kredit masih terbuka.

Kredit Nganggur Capai Rp2.506,47 Triliun, BI Dorong Perbankan Turunkan Bunga Lebih Cepat. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ketahanan perbankan dan industri keuangan terjaga, dengan likuiditas yang memadai dan ruang penyaluran kredit masih terbuka.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mencatat pada Januari 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia. Dia berharap penyaluran kredit dapat terus dioptimalkan sebagai pendorong pertumbuhan lebih tinggi 

Baca Juga:
Bank Indonesia Sebut BI Rate 4,75 Persen Jadi Level Terendah Sejak 2022

"Bank Indonesia mengimbau perbankan untuk terus menyesuaikan special rate guna mendorong penurunan suku bunga kredit yang lebih cepat, sehingga intermediasi berjalan semakin kuat. Ke depan, intermediasi pada 2026 diprakirakan tetap solid dalam kisaran 8–12 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan kredit Januari 2026 yang mencapai 9,96 persen (yoy)," kata Destry dalam peluncuran buku Kajian Stabilitias Keuangan No. 46, Februari 2026 (KSK 26), dikutip Minggu (1/3/2026)

Destry menekankan pentingnya sinergi antarotoritas dalam memperkuat kontribusi sistem keuangan nasional terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Bank Indonesia telah memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan (forward looking) guna memastikan kecukupan likuiditas dan mempercepat penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas Pemerintah.

Baca Juga:
Purbaya Utus Wamenkeu Suahasil Nazara Hadiri RDG Bank Indonesia Akhir 2025

Hingga minggu pertama Februari 2026, perbankan telah memperoleh insentif sebesar Rp427,5 triliun.

Baca Juga:
Profil Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru Terpilih

Destry juga menekankan perlunya sinergi antarlembaga dalam mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan, sehingga transmisi kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan roda perekonomian bergerak lebih cepat. 

Bauran kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk penguatan KLM berorientasi ke depan, diarahkan untuk menyediakan kecukupan likuiditas serta mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. 

"Sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam kerangka KSSK menjadi kunci untuk membangun optimisme dan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebut Ada Rekayasa TKP, Peneliti Simpulkan Kurt Cobain Dibunuh
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Indonesia hingga 13 Maret 2026
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Panduan Keselamatan bagi Pengguna "Dokter AI"
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Chelsea Olivia Jalani 4 Prosedur Medis akibat Penebalan Dinding Rahim, Ini Kronologinya
• 20 jam laluintipseleb.com
thumb
Desentralisasi Digital: Daerah Bukan Admin Sistem Pusat
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.