Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • IRGC mengklaim menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik sebagai balasan serangan AS dan Israel.
  • Pentagon membantah serangan terhadap kapal induk namun mengonfirmasi tiga personel militer AS tewas dalam operasi di Iran.
  • Operasi balasan Iran tersebut menyusul gugurnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat agresi militer Sabtu lalu.

Suara.com - Kantor Hubungan Masyarakat Garda Revolusi Islam (IRGC) baru saja merilis pernyataan mengejutkan, yang mengklaim bahwa kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, telah menjadi sasaran serangan rudal balistik, Minggu (1/3/2026).

Dikutip dari The Times of Israel, Pentagon secara terpisah mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat dalam operasi yang berlangsung di wilayah Iran.

Menurut pernyataan resmi IRGC, USS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik dalam sebuah operasi militer yang dinamakan 'True Promise 4'.

Operasi ini disebut sebagai respons langsung atas tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kepentingan Iran belakangan ini.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” tegas pihak Garda Revolusi dalam pernyataan yang disiarkan media lokal dan dikutip AFP.

Mereka juga mengeluarkan peringatan keras bahwa “tanah dan laut akan semakin menjadi kuburan bagi para agresor teroris”.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran kini telah memasuki “fase baru” dalam konflik militer, di mana operasi di darat maupun laut akan semakin diintensifkan.

Respons Pentagon dan Bantahan Serangan Kapal Induk

Meskipun Iran mengklaim keberhasilan serangan tersebut, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) segera mengeluarkan bantahan.

Baca Juga: Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X menegaskan bahwa kapal induk mereka dalam kondisi aman dan tidak terkena serangan apa pun di wilayah Teluk.

“Lincoln tidak terkena serangan. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekat,” ungkap pihak militer AS.

Namun, Pentagon tidak menampik adanya kerugian personel yang signifikan.

Mereka mengumumkan bahwa tiga anggota militer AS telah “tewas dalam aksi” dan lima lainnya “luka parah” dalam operasi yang dilakukan terhadap Iran.

Ini merupakan laporan kematian pertama personel AS sejak Amerika Serikat melancarkan bombardir besar-besaran terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka pada hari Sabtu.

Balas Dendam Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Ketegangan ini bermula dari agresi Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu (28/2/2026) yang melanggar kedaulatan nasional Iran.

Dalam serangan udara tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur di kediamannya.

Iran bersumpah akan membalas dendam meskipun Presiden Donald Trump telah mengancam akan merespons dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika Iran berani membalas.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai sebuah “deklarasi perang terhadap umat Islam”.

Dalam pidatonya, ia menegaskan: “Iran menganggap adalah tugas dan hak sahnya untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan otak di balik kejahatan bersejarah ini.”

Serangan Meluas ke Berbagai Kota Besar

Operasi "True Promise 4" yang diluncurkan IRGC pada hari Minggu memicu ledakan di berbagai kota utama di kawasan Teluk dan Israel.

Laporan menyebutkan ledakan terdengar di Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, hingga Yerusalem dan Tel Aviv.

Layanan penyelamatan Israel melaporkan empat orang tewas dalam serangan rudal terbaru tersebut.

Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang berpengaruh, melalui unggahan media sosialnya menyatakan dengan nada yang meniru gaya retorika Trump: “Hari ini kita akan memukul mereka dengan kekuatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”

Dampak konflik ini juga merembet ke negara tetangga. Di Karachi, Pakistan, sedikitnya sembilan orang tewas akibat luka tembak dalam demonstrasi pro-Iran di depan konsulat AS.

Sementara itu di Irak dan Pakistan, massa dilaporkan mencoba menyerbu misi diplomatik Amerika Serikat sebagai bentuk kemarahan atas serangan AS-Israel ke Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emas Digital di Tengah Badai Harga: Antara Rasa Aman dan Realitas Risiko
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Gol Telat AC Milan Permalukan Emil Audero di Kandang Sendiri
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
AS-Israel Serang Iran, Imigrasi Ngurah Rai Siaga Lonjakan Antrean hingga WNA Overstay
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Jay Idzes Tampil Penuh saat Sassuolo Tundukkan Atalanta 2-1 di Liga Italia
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Ajak Warga Lebaran di Jakarta, Pramono: Kami Obral Diskon Belanja 70%
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.