Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperpanjang rute LRT Jakarta dari Kelapa Gading menuju kawasan Ancol, Jakarta Utara. Proyek strategis ini disiapkan sebagai kelanjutan dari pembangunan fase saat ini yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Manggarai yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini atau awal 2027.
“Kami ada dua pilihan perpanjangan jalur LRT Jakarta ini setelah pembangunan LRT Jakarta dari Stasiun Pegangsaan Dua Kelapa Gading tersambung hingga Stasiun Manggarai,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga :
Pramono Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Ekonomi JakartaPramono menjelaskan bahwa fokus saat ini adalah memastikan jalur menuju Manggarai dapat beroperasi pada tahun depan. Setelah fase tersebut tuntas, Pemprov DKI akan memilih satu dari dua prioritas pengembangan, yaitu memperpanjang rute dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Dukuh Atas, atau menyambungkan rute dari Kelapa Gading hingga ke arah Ancol.
Rute menuju Ancol dinilai strategis karena akan terintegrasi dengan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok. Keberadaan transportasi massal yang mumpuni di kawasan tersebut menjadi solusi mendesak mengingat JIS sering menjadi lokasi pertandingan sepak bola internasional serta konser besar yang menyedot animo ribuan warga.
"Jalur tersebut akan melewati Stasiun JIS di Tanjung Priok dan kawasan Ancol," kata Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Rencana perluasan ini mendapat sambutan positif dari warga. Dian, salah satu warga Jakarta Utara, berharap LRT Jakarta dapat menjangkau wilayah pemukiman yang lebih jauh agar masyarakat lebih tertarik beralih dari kendaraan pribadi. Senada dengan Dian, Indra, seorang pekerja di kawasan Sudirman, menilai integrasi antarmoda adalah kunci utama keberhasilan transportasi massal di Ibu Kota.
“Kalau aksesnya makin luas dan terintegrasi, orang akan berpikir dua kali untuk bawa mobil sendiri. Ini harus didukung. Kemudahan perpindahan antar transportasi dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan sistem angkutan masal,” ujar Indra.




