Rencana Prabowo Mau jadi Penengah Iran dengan Israel-AS Dinilai Tidak Realistis, Ini Alasannya

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Dino Patti Djalal menilai keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi penengah atau fasilitator konflik Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran tidak realistis. 

Hal tersebut diungkap Dino melalui akun media sosial instagram resminya pada Minggu, 1 Maret 2025.

Baca Juga :
Penampakan Kompleks Ayatollah Ali Khamenei yang Porak-Poranda Pasca Serangan Israel-AS
Terungkap! AS-Israel Sudah Rencanakan Serang Iran Seminggu Sebelum Perundingan Nuklir

Ini tidak realistis dan tidak mungkin terjadi. Kita harus jujur mengenai fakta ini," ujar Dino.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menandatangi perjanjian dagang
Photo :
  • Instagram.com/sekretariat.kabinet

Ia menjelaskan bahwa ada empat faktor utama yang menjadi dasar penilaiannya terhadap keinginan Prabowo.

Pertama, Amerika Serikat sebagai negara adidaya memiliki keegoisan tinggi. Sehingga, kata dia, Amerika Serikat belum tentu menerima mediasi pihak ketiga saat melancarkan serangan militer.

"Ego Amerika terlalu tinggi. Saya meyakini Presiden Trump tidak ingin Indonesia ikut campur karena saat ini fokus utamanya adalah menumbangkan pemerintah Iran," kata dia.

Kemudian, ia juga menyoroti adanya dugaan di Washington DC bahwa agresi militer ini digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari skandal Epstein Files yang menyeret nama Donald Trump.

Faktor kedua berkaitan dengan hubungan bilateral Indonesia-Iran. Dino menilai kedekatan antara kedua negara dalam 15 bulan terakhir masih minim. 

Prabowo tercatat belum pernah menemui Presiden Iran maupun mengunjungi negara tersebut, meskipun sempat ada undangan resmi.

"Menlu Sugiono juga belum melakukan kunjungan bilateral ke Teheran. Dengan kata lain, belum ada landasan kepercayaan (trust) yang cukup kuat dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia saat ini," ucapnya.

Faktor ketiga, Dino menambahkan kemungkinan adanya kendala teknis dan diplomatik terkait proses mediasi. Ia yakin Donald Trump maupun Menlu AS, Marco Rubio, tidak mungkin bersedia berkunjung ke Teheran untuk berunding.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki hambatan terbesar yaitu keharusan berkomunikasi dengan Israel. Jika mediasi terjadi, kata dia, Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai aktor utama serangan.

Serangan Israel ke Iran
Photo :
  • [AP Photo]

"Secara politik, diplomatik, maupun logistik, hal ini sangat tidak mungkin terjadi bagi Indonesia," tegasnya.

Dino memperingatkan bahwa memaksakan peran sebagai penengah dalam situasi ini justru dapat merugikan posisi Presiden di dalam negeri.

Baca Juga :
Nasehat Ayatollah Ali Khamenei ke Bocah Iran yang Ingin Mati Syahid
Ali Khamenei Tewas Usai Diserang Israel-AS, Presiden Iran Bakal Balas Dendam
Bunuh Khamenei, Iran Tuduh AS-Israel Lakukan Aksi Terorisme dan Pembunuhan Berencana

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelombang Demo di Tengah Serangan AS-Israel Terhadap Iran
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Profil Try Sutrisno, Wapres ke-6 Republik Indonesia yang Dikabarkan Meninggal Dunia
• 1 jam lalugrid.id
thumb
10 Ide Jualan Takjil Kekinian yang Mudah dan Menguntungkan
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sandy Canester Rilis Lagu Pohon, Teman bagi Mereka yang Sedang Lelah
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Dapat Tiket Beli 1 Gratis 1 Film Titip Bunda di Surga-Mu, Sudah Tayang di Bioskop!
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.