Viral Jawaban Ali Khamenei saat Anak Kecil Minta Didoakan Mati Syahid, Ramai Disebut Sebagai Wasiat Terakhir

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA – Duka mendalam menyelimuti Iran setelah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu meninggal dunia di usia 86 tahun dan oleh banyak pendukungnya diyakini wafat dalam keadaan syahid.

Pemerintah Iran menetapkan tiga hari sebagai Hari Berkabung Nasional. Gelombang duka juga meluas hingga ke berbagai negara. Di media sosial X, kata “Syahid” bahkan sempat menjadi trending topic sebagai bentuk penghormatan dari warganet, khususnya umat Muslim di berbagai belahan dunia. Scroll untuk tahu informasi selengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Viral! Cuitan Terakhir Akun X Ali Khamenei setelah Dinyatakan Meninggal oleh Donald Trump
Nasehat Ayatollah Ali Khamenei ke Bocah Iran yang Ingin Mati Syahid

Menariknya, jauh sebelum kabar kematiannya mencuat, Khamenei pernah menyinggung soal mati syahid dalam sebuah momen yang kini kembali viral. Dalam video yang dibagikan ulang akun @pen9hulu, terlihat seorang anak kecil mendatanginya untuk meminta doa.

"Agha, doakan aku jadi syahid," ujarnya, dikutip Senin 2 Maret 2026. 

Sebagai informasi, Agha berarti 'Tuan' dalam bahasa Persia tetapi biasanya digunakan untuk sosok yang dihormati atau pemimpin,

"Kau? Syahid?" tanya Khamenei sambil terkekeh menanggapi permintaan doa yang begitu polos dari anak kecil tersebut.

Alih-alih langsung mengamini, Khamenei memberikan nasihat panjang yang kini banyak ditafsirkan sebagai pesan mendalam tentang makna pengabdian dan kehidupan.

"Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. Insha Allah tumbuh besar, tubuhmu kuat, hatimu luas," lanjutnya.

Jawabannya seakan menegaskan bahwa mati syahid bukan sekadar tentang kematian dalam peperangan, melainkan juga tentang perjalanan hidup yang bermanfaat.

"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Carilah ilmu yang bermanfaat. Dan InshaAllah jadilah cahaya bagi umat ini," tutur Khamenei.

Ia bahkan menambahkan pesan yang kini banyak dikutip ulang warganet.

"Hiduplah panjang umur 80 atau 90 tahun. Baru setelah itu, wafatlah sebagai syahid," pungkasnya.

Cuplikan tersebut kini beredar luas dan memicu refleksi publik tentang bagaimana Khamenei memaknai perjuangan dan pengabdian.

Secara biografi, Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana di bawah didikan ayahnya, Sayyed Javad Khamenei. Pendidikan agamanya dimulai sejak kecil, dari mempelajari Alquran di maktab hingga mendalami studi Islam di berbagai institusi keagamaan ternama.

Baca Juga :
Ali Khamenei Tewas Usai Diserang Israel-AS, Presiden Iran Bakal Balas Dendam
Bunuh Khamenei, Iran Tuduh AS-Israel Lakukan Aksi Terorisme dan Pembunuhan Berencana
Mengenal Sosok Ali Khamenei: Mati Syahid Diserang Israel-AS, Suka Hidup Sederhana dengan Nilai Agama ke Keluarga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Iran dengan Kekuatan yang Belum Pernah Terlihat Jika Balas Serangan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pererat Silaturahmi, Anggota TNI Kodim 0406 Lubuklinggau Bagikan Takjil Gratis di Jalanan
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Daftar Harga BBM Maret 2026, Mana yang Paling Murah?
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Pemerintah Lakukan Mitigasi Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara di Sejumlah Negara Timur Tengah
• 16 jam laludisway.id
thumb
Dampak Perang AS-Israel dengan Iran, Pemerintah Beberkan Nasib Para Jamaah Umrah
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.