Jakarta, ERANASIONAL.COM — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau kepada seluruh maskapai nasional khususnya penerbangan internasional yang memiliki rute tujuan atau lintasan di wilayah timur tengan (timteng) untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hal ini menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) yang kian memanas di kawasan tersebut.
Menurutnya, sebagian penerbangan internasional telah terdampak langsung berupa pembatalan maupun penyesuaian rute.
“Kami mengimbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang aktif memantau perkembangan informasi,” ujar Menhub dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).
Sejumlah maskapai asing dilaporkan telah membatalkan atau tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah sejak meningkatnya eskalasi konflik dan invasi militer di kawasan tersebut.
Maskapai yang terdampak antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, serta Scoot.
Sementara itu, Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah. Oman Air dilaporkan masih beroperasi normal. Adapun Ethiopian Airlines tetap beroperasi, namun tidak melayani penerbangan ke Amman, Yordania, dan Tel Aviv, Israel.
Di dalam negeri, dua maskapai yang rutenya melintasi wilayah udara Timur Tengah, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, hingga saat ini belum terdampak langsung. Penerbangan menuju Jeddah dilaporkan masih berjalan normal, meskipun rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam harus dialihkan melalui Kairo, Mesir, untuk menghindari wilayah konflik.
Penutupan ruang udara oleh sejumlah negara turut memperparah dampak konflik tersebut. Negara-negara yang menutup wilayah udaranya meliputi Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Penutupan ini berlaku untuk seluruh penerbangan komersial maupun pribadi.
Menhub menegaskan, keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan asing guna memastikan pembaruan informasi keamanan wilayah konflik.
Selain itu, Kemenhub juga meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan penanganan maksimal kepada penumpang yang terdampak, mulai dari pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, penyediaan akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.
“Kami memastikan operasional penerbangan internasional di seluruh bandara Indonesia tetap berlangsung aman, lancar, dan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan,” pungkas Menhub.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5281652/original/041138300_1752399215-1000085835.jpg)


