Serangan AS-Israel ke Iran, Pengusaha Kapal Kontainer Umumkan Hindari Rute Teluk Persia

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak serangan aliansi AS-Israel melawan Iran mengganggu perdagangan barang global. Sejumlah perusahaan kapal pengangkut kontainer terbesar di dunia mengumumkan menghindari Teluk Persia.

Teluk Persia adalah lintasan yang dilewati 20% minyak internasional. Kawasan pelayaran ini mencakup delapan negara yakni Iran dengan garis pantai terpanjang di bagian utara dan timur, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman. Di dalam Teluk Persia terdapat Selat Hormuz yang lalu lintasnya sebagian besar dapat dipantau Iran karena lebar titik tersempitnya sekitar 33 kilometer.    

Dikutip dari Bloomberg, Senin (2/3/2026), MSC Mediterranean Shipping Co. mengumumkan menghentikan pemesanan kargo untuk Timur Tengah, sementara perusahaan nomor dua yakni AP Moller-Maersk A/S dan Hapag-Lloyd AG menangguhkan semua penyeberangan di Selat Hormuz. 

Gangguan logistik ini merupakan pukulan besar bagi kawasan teluk. Pusat bisnis seperti Dubai sangat bergantung pada perdagangan, pariwisata, transportasi, dan keuangan, serta reputasinya sebagai tempat perlindungan di lingkungan yang dilanda konflik. Para analis memperingatkan bahwa eskalasi perang meningkat dan berkepanjangan, kondisi ini akan berdampak luas pada rantai pasokan global.

Pelabuhan Jebel Ali di Dubai merupakan persimpangan penting bagi barang-barang yang dikirim dari Asia ke Afrika, Eropa, dan Pantai Timur AS. Perusahaan-perusahaan besar Amerika dan Eropa memiliki pusat distribusi, pengemasan, dan pergudangan Jebel Ali. 

Kawasan ini dilaporkan mengalami kebakaran di salah satu dermaganya akibat pertahanan udara menembak jatuh drone bunuh diri Iran yang dicegat.

Baca Juga

  • Danantara Resmi Mulai Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi, ID Food Janji Serap Panen Rakyat
  • Lippo (MPPA) Tantang Alfamart-Indomaret Cs, Suntik Ritel Toko Mama
  • Jadwal Rapat FOMC The Fed 2026, Acuan Pasar Keuangan dan Arah Dolar AS

Pecahnya perang akan menyebabkan menumpuknya barang pelabuhan-pelabuhan. Kondisi ini akan semakin mendorong kenaikan tarif sewa kontainer. Pada hari Minggu waktu setempat, Hapag-Lloyd mengumumkan biaya tambahan risiko perang sebesar US$1.500 per kontainer 20 kaki untuk pengiriman di wilayah tersebut yang berlaku mulai hari ini. 

"Para pemilik kargo harus bersiap menghadapi efek domino dengan kenaikan tarif spot pada perdagangan laut dalam utama lainnya juga," tulis Lars Jensen, CEO Vespucci Maritime, dalam sebuah unggahan di LinkedIn . 

Cosco Shipping Holdings Co., perusahaan pelayaran terbesar di China, mengatakan bahwa kapal-kapal yang telah memasuki Teluk Persia dan menyelesaikan operasinya telah diinstruksikan untuk menuju perairan yang aman untuk berlabuh atau menggunakan jangkar. Cosco mengatakan pihaknya sedang mengevaluasi berbagai opsi termasuk potensi pelabuhan bongkar muat alternatif.

Menghindari Laut Merah

Selain menghindari Selat Hormuz, Maersk mengatakan pihaknya mengalihkan rute layanan dari Terusan Suez dan mengirimkan kapal-kapal melalui jalur memutar di sekitar ujung selatan Afrika, setelah militan Houthi mengancam akan memulai kembali serangan terhadap kapal kargo di Laut Merah. Milisi menyebut akan menyasar kapal yang memiliki hubungan dengan AS dan Israel. Hapag-Lloyd, pemain nomor 5 dan mitra Maersk dalam aliansi berbagi kapal, mengumumkan pengalihan rute serupa.

CMA CGM SA Prancis, yang berada di peringkat ketiga, memerintahkan kapal-kapal di Teluk Persia untuk segera berlindung dan menangguhkan pelayaran melalui Terusan Suez. Mereka memberlakukan biaya tambahan konflik darurat  sebesar US$2.000 per kontainer 20 kaki untuk pemesanan di wilayah tersebut.

“Dampak dari operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran dan tindakan pembalasan selanjutnya akan menghancurkan harapan kembalinya pengiriman kontainer skala besar ke Laut Merah pada 2026,” kata Peter Sand, kepala analis di Xeneta, platform pengiriman barang digital yang berbasis di Oslo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Debut John Herdman di Timnas Indonesia, PSSI Umumkan Harga Tiket FIFA Series 2026: Day 1 Termurah Rp150 Ribu, tapi Day 2 Naik 100-250 Ribu
• 1 jam lalubola.com
thumb
Peringatan Dini Cuaca BMKG Jabodetabek 3-4 Maret 2026: Ada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
• 37 menit lalukompas.tv
thumb
GAMKI Sumatera Utara Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Iran Bentuk Dewan Kepemimpinan Usai Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Pemerintah Menghadirkan Parade Imlek Nusantara 2026 untuk Dorong Toleransi dan Ekonomi Kreatif
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.