JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi VII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan untuk jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi. Selly menyebut pemerintah wajib memberi perlindungan bagi jemaah umrah di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Selly menanggapi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Serangan yang membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikhawatirkan memicu eskalasi meluas di Timur Tengah.
"Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu," kata Selly Andriany Gantina dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
"Jemaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka."
Terdapat lebih dari 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia yang diketahui masih terjebak di Timur Tengah. Jemaah terjebak karena eskalasi konflik mengganggu jadwal penerbangan internasional.
Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, konflik di Timur Tengah membuat jemaah umrah asal Indonesia dalam posisi rentan, baik dari aspek kepastian perjalanan, keamanan, maupun kepastian layanan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Yaqut Pertanyakan Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji
Selly pun menyoroti pernyataan KBRI Riyadh yang menyatakan pemerintah senantiasa memantau perkembangan dan telah mengambil langkah antisipatif.
Kendati pernyataan tersebut penting sebagai langkah awal, Selly menyebut pemerintah harus menindaklanjuti dengan langkah konkret dan sistematis untuk memastikan pemulangan jemaah.
Selly menyatakan situasi saat ini menjadi momentum mengevaluasi sistem mitigasi krisis dalam penyelenggaraan umrah. Menurutnya, terdapat setidaknya tiga aspek strategis yang harus dipekuat ke depan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pemulangan jemaah umrah
- jemaah umrah indonesia terjebak
- konflik timur tengah
- pembunuhan khamenei
- konflik iran





