Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik anjlok pada pembukaan pasar hari ini, Senin, 2 Maret 2025. Penurunan tajam seirinh meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi global. Pasar semakin cemas mendengar pernyatan Presiden AS, Donald Trump, mengatakan operasi militer di Iran akan berlanjut sampai tiga personel militer AS tewas.
- IRNA
Pertemuan yang disebut-sebut sebagai Perang Dunia III ini menyebabkan harga minya dunia melesat lebih dari 8 persen. Minyak West Texas Intermediate dan Brent terakhir diperdagangkan pada US$72,52 dan US$79,04 per barel.
Selain itu, harga emas dunia ikut meledak karena investor berbondong-bondong membeli aset safe haven di tengah konflik dunia. Harga emas berjangka mencatat kenaikan sebesar 2,3 persen.
Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok hampir 2 persen pada pembukaan perdagangannya. Indeks Topix merosot 2,1 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah sebesar 0,38s persen pada perdagangan awal. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka terjun ke area 26.465 dari sebelumnya di posisi di 26.630,54.
Bursa Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.




