DUBAI, KOMPAS.TV - Duta Besar (Dubes) RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengungkap kondisi warga negara Indonesia (WNI) di UEA usai serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk termasuk UEA, yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026).
Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, usai diserang AS dan Israel pada Sabtu.
Menurut keterangan Judha, total ada 81 ribu WNI yang tinggal di seluruh UEA yang terbagi ke dalam tujuh emirat.
"Kami dapat konfirmasi, berdasarkan komunikasi kami dengan otoritas setempat dan juga dengan komunitas masyarakat Indonesia, hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban serangan rudal maupun drone dari Iran," kata Judha dalam Breaking News KompasTV, Senin (2/3/2026).
Ia lantas menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai telah melakukan sejumlah langkah untuk menyikapi kejadian ini.
"Pertama, kita menetapkan rencana kontinjensi untuk mengatasi situasi kedaruratan ini. Kemudian yang kedua kita telah menetapkan status siaga 3 untuk memberikan alert kepada masyarakat bahwa kita sudah masuk ke dalam situasi darurat," jelasnya.
Baca Juga: Penampakan Puing Rudal Balistik Iran di Israel Pasca Dicegat Iron Dome
Judha mengatakan pihaknya juga sudah membentuk crisis responding atau respons krisis.
Ia mengungkapkan imbauan juga sudah dilakukan, termasuk menyampaikan nomor hotline.
"Jika terjadi suatu kedaruratan, mereka bisa segera menghubungi nomor hotline yang sudah kami sediakan," katanya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, Al Jazeera
- dubai
- iran
- WNI di Dubai
- WNI di UEA
- AS serang Iran
- israel serang iran





