Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (2/3), seiring meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor tetap tenang dan berpegang pada fundamental di tengah lonjakan volatilitas pasar.
IHSG tercatat turun 1,73 persen ke level 8.092,9 saat pembukaan perdagangan. Tekanan jual terjadi di sejumlah sektor saham seiring kekhawatiran investor terhadap dampak konflik geopolitik terhadap stabilitas ekonomi global.
Tak hanya pasar saham, tekanan juga terlihat di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 08.57 WIB berada di level Rp 16.787 per dolar AS, melemah 28 poin atau 0,17 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengingatkan pelaku pasar untuk tak bereaksi berlebihan terhadap dinamika yang terjadi di Timur Tengah ini.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat, investor agar tetap rasional dan memperhatikan fundamental," ucap Jeffrey kepada kumparan, Senin (2/3).
Menurutnya, gejolak pasar akibat sentimen eksternal merupakan hal yang kerap terjadi di tengah ketidakpastian global. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis fundamental dan profil risiko masing-masing investor.
"Sesuaikan dengan toleransi risiko masing masing investor," lanjutnya.





