Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI jamin stok pangan aman meski krisis geopolitik global memanas.
  • Stok beras Jakarta tembus 136 ribu ton jelang Ramadan dan Idulfitri.
  • Elisabeth Ratu imbau warga tidak panik beli karena pangan tersedia melimpah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap terjaga melimpah, meskipun situasi geopolitik global sedang memanas. Kepastian ini merespons kekhawatiran publik atas eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memicu gejolak harga komoditas internasional.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa seluruh komoditas strategis saat ini dalam status aman.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai, di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Elisabeth dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Pemprov DKI telah merampungkan proyeksi mendetail kebutuhan pangan guna menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Lonjakan konsumsi diprediksi terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 7,5 persen, diikuti oleh daging sapi serta bawang putih.

Menjelang Lebaran pada periode Maret ini, kenaikan permintaan paling signifikan diperkirakan mencapai 17 persen untuk telur ayam, serta di atas 10 persen untuk daging ayam dan bawang merah. Meski demikian, stok beras di ibu kota saat ini tercatat melampaui 136 ribu ton, jauh di atas kebutuhan bulanan rata-rata sebesar 78 ribu ton.

"Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," tambah Elisabeth.

Guna menjaga kelancaran distribusi hingga ke pasar tradisional, Pemprov DKI telah memperkuat sinergi dengan BUMD pangan serta para distributor utama. Selain itu, tim di lapangan akan melakukan pengawasan intensif terhadap pergerakan harga untuk mencegah praktik spekulasi.

"Kami mengintensifkan pemantauan harga di lapangan. Jika ditemukan kenaikan yang tidak wajar, kami segera melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan BUMD," jelasnya.

Elisabeth pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Ia memastikan seluruh ketersediaan bahan pokok tetap terkendali dengan baik.

Baca Juga: Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan

"Komitmen kami adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri dengan nyaman," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pascagabung Program MBG, Laba Bersih JPFA Naik 32% Jadi Rp 4 Triliun pada 2025
• 15 menit lalukatadata.co.id
thumb
BMKG Sebut Waspada Banjir Rob di Pesisir Indonesia hingga 13 Maret 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Kanselir Jerman Merz Waspadai Risiko Serangan AS-Israel ke Iran bagi Timur Tengah
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cerita Pemain Asing BRI Super League Puasa di Indonesia: Jauh dari Kampung Halaman, Kerim Palic Temukan Kehangatan di Pulau Madura
• 17 jam lalubola.com
thumb
PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.