NEW YORK, KOMPAS.TV - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Senin (2/2/2026), merilis sebuah video dan mengeklaim telah menyerang fasilitas rudal balistik Iran.
Video itu dirilis beberapa jam setelah CENTCOM mengatakan pesawat pembom B-2 mereka menyerang instalasi tersebut.
"Penggunaan dan proliferasi rudal balistik yang sembrono oleh rezim Iran telah menjadi ancaman berbahaya selama beberapa dekade. Sekarang, atas arahan Presiden, pasukan AS sedang menghilangkan ancaman tersebut," kata CENTCOM di X, dilansir Viory.
"Tadi malam, pesawat pembom siluman B-2 AS, yang dipersenjatai dengan bom seberat 2.000 pon, menyerang fasilitas rudal balistik Iran yang diperkuat," demikian diumumkan dalam unggahan sebelumnya.
Tanggal dan lokasi video yang dibagikan CENTCOM tidak dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: PM Malaysia Kecam Pembunuhan Khamenei, Serukan Semua Pihak Hentikan Eskalasi
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan Inggris akan mengizinkan AS untuk mengambil tindakan defensif dari pangkalan militernya.
"Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan spesifik dan terbatas tersebut. Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah," katanya dalam pernyataan video pada Minggu (1/3/2026).
Ia menyatakan Inggris tidak bergabung dalam serangan ofensif, tetapi melanjutkan tindakan defensif di wilayah tersebut.
Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Viory
- iran
- israel
- AS serang Iran
- Israel serang iran
- rudal balistik iran
- iran serang israel





