Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya, VIDA meluncurkan video Public Service Announcement (PSA) bertajuk “Jangan Asal Klik”, untuk mendorong literasi anti-scam di momen puncak risiko fraud digital.
Berdasarkan VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, lonjakan fraud tidak terjadi secara acak, tetapi terpusat saat momen distribusi likuiditas nasional seperti Tunjangan Hari Raya dan periode gajian bulanan.
Kampanye ini sejalan dengan peringatan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Indonesia terkait peningkatan modus penipuan dokumen digital, impersonasi, serta social engineering berbasis AI.
Data VIDA menunjukkan pola yang konsisten. Aktivitas fraud meningkat secara signifikan menjelang dan saat THR cair. Pasalnya, risiko akan melonjak ketika ketika likuiditas dan trust bertemu. Pelaku fraud biasanya memanfaatkan momen ketika masyarakat:
Menunggu notifikasi transfer dan bonus.
Aktif bertransaksi, belanja, pesan tiket, dan kirim dana.
Berada dalam situasi emosional, euforia, dan terburu-buru.
Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur, mengatakan bahwa fraud kini bukan lagi soal teknologi, tetapi soal momentum.
“Saat orang menunggu THR dan notifikasi masuk, satu link palsu yang terlihat meyakinkan bisa langsung memicu account takeover atau pencurian data. Jangan asal klik adalah disiplin digital yang sederhana, tetapi krusial,” ujarnya.
Publis Service Announcement ini menekankan bahwa keamanan digital adalah bagian dari menjaga amanah di bulan suci. Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga soal menjaga kepercayaan dan melindungi keluarga dari risiko finansial.
Ya, dalam beberapa tahun terakhir, data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai sekitar Rp 9,1 triliun berdasarkan lebih dari 400 ribu laporan selama November 2024 hingga akhir 2025, dengan modus seperti phishing, social engineering, investasi bodong, dan penyalahgunaan dokumen digital yang tampak resmi.
Temuan ini sejalan dengan laporan VIDA 2026 yang menyoroti bahwa fraud semakin terjadwal dan mengikuti momentum kalender nasional, termasuk puncak aktivitas saat pencairan THR.
Melalui kampanye ini, VIDA mengajak masyarakat membangun kebiasaan digital yang lebih aman:
Jangan klik link dari pesan tidak dikenal, apalagi yang menciptakan rasa panik
Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi dalam bentuk apa pun.
Waspadai file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan.
Verifikasi ulang setiap permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat.
Gunakan platform resmi dan terverifikasi untuk tanda tangan dan dokumen digital.
“Teknologi bisa membantu, tetapi kebiasaan adalah benteng pertama. Menahan diri untuk tidak reaktif adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan banyak,” tambah Niki.
"Jangan Asal Klik" hadir dalam format video edukatif yang ringan dan mudah dipahami lintas generasi. Harapannya, masyarakat bisa lebih sadar, lebih waspada, dan tidak mudah terjebak emosi saat menerima pesan atau tautan mencurigakan di periode THR.
VIDA percaya literasi publik adalah fondasi utama untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kepercayaan dalam ekosistem digital Indonesia. Edukasi harus dimulai dari diri sendiri.
Untuk mengikuti kampanye ini dan mendapatkan tips perlindungan selama Ramadan, cek Instagram @vidadigitalid.





