PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan operasional sebagai respons atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjamin stabilitas pasokan energi nasional, dengan menempatkan keselamatan pekerja dan keberlanjutan operasional sebagai prioritas utama.
Dalam upaya mitigasi risiko, perusahaan energi milik negara tersebut memperketat pemantauan terhadap pekerja, armada, dan aktivitas bisnis yang beroperasi di wilayah terdampak.
Koordinasi Intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RIDalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa perusahaan menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta otoritas setempat guna memastikan keamanan dan kelancaran operasional di Timur Tengah.
Baca juga : IHSG Berpotensi Volatile Pekan Ini, Risiko Geopolitik dan Kebijakan Global Jadi Sentimen Utama
"Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru," ujar Baron.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi antisipatif perusahaan dalam menghadapi potensi gangguan rantai pasok energi global akibat ketidakpastian kawasan.
Tiga Unit Strategis Terdampak Dinamika KawasanSebagai perusahaan yang memegang peranan vital dalam sistem energi Indonesia, Pertamina memastikan seluruh lini bisnis, mulai dari pengadaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG domestik, tetap berjalan optimal dan terkendali.
Baca juga : 1.631 Penumpang di Bandara Ngurah Rai Terdampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Terdapat tiga entitas strategis yang bersinggungan langsung dengan aktivitas di kawasan Timur Tengah, yaitu:
-
PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, yang menjalankan aktivitas pengangkutan energi global.
-
Pertamina Internasional EP (PIEP), yang mengelola operasi hulu di Basra, Irak.
-
Pertamina Patra Niaga, yang menangani pengadaan minyak mentah dan produk energi dari sumber di kawasan Timur Tengah.
Ketiga unit tersebut berada dalam pemantauan intensif untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap operasional maupun distribusi energi ke dalam negeri.
Diversifikasi Pasokan Perkuat Ketahanan Energi NasionalPertamina juga menegaskan bahwa perusahaan memiliki portofolio pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi. Sumber suplai tidak hanya berasal dari produksi domestik, tetapi juga dari berbagai negara mitra strategis.
Strategi diversifikasi ini memberi fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan pasokan, terutama di tengah fluktuasi geopolitik global.
Selain itu, optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi energi nasional. Dengan sistem pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman dan mencukupi.
"Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Baron.
Komitmen Jaga Stabilitas Energi IndonesiaMelalui penguatan mitigasi risiko, koordinasi lintas lembaga, serta pengawasan menyeluruh terhadap unit bisnis strategis, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Langkah proaktif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pasokan energi Indonesia tetap stabil, aman, dan berkelanjutan. (Ant/E-4)





