Perang AS-Israel vs Iran Memanas, Tiga Personel Militer Amerika Tewas

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat mengumumkan tiga personel militernya tewas dalam operasi serangan terhadap Iran. Ketiganya menjadi korban pertama di pihak AS sejak dimulainya rangkaian serangan yang masih berlangsung.

Melansir Al Jazeera pada Senin (2/3/2026) pengumuman tersebut disampaikan pada bertepatan dengan hari kedua serangan gabungan AS dan Israel yang sebelumnya menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memicu serangan balasan Iran ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) dalam pernyataannya mengonfirmasi tiga personel militer tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam operasi tersebut.

“Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan dan gegar otak, dan saat ini sedang dalam proses kembali bertugas. Operasi tempur besar masih berlangsung dan respons kami terus berjalan,” demikian pernyataan CENTCOM.

Pihak militer menyebut situasi masih dinamis. Atas pertimbangan menghormati keluarga korban, identitas prajurit yang gugur belum diumumkan hingga 24 jam setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi.

Pada hari kedua kampanye militer tersebut, AS dan Israel kembali melancarkan serangan ke berbagai wilayah Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi ini bertujuan menggulingkan pemerintahan Iran. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan yang menargetkan aset-aset AS di Timur Tengah, memicu kekhawatiran meluasnya perang regional.

Baca Juga

  • MUI Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Pemerintah Indonesia Keluar dari BoP
  • Perang AS-Israel vs Iran Memanas, Harga Emas Melonjak

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan empat rudal balistik. Namun, seorang pejabat AS menyatakan serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan.

CENTCOM menyebut kapal induk tersebut tetap meluncurkan pesawat tempur guna mendukung operasi militer yang disebut sebagai upaya tanpa henti untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman rezim Iran.

Dalam pembaruan terpisah, CENTCOM menyatakan telah menyerang lebih dari 1.000 target di Iran sejak operasi dimulai. Sasaran tersebut termasuk markas Garda Revolusi Iran serta kapal selam angkatan laut Iran.

Sementara itu, dikutip dari CNN International, Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya memperkirakan jumlah korban bisa lebih tinggi dari tiga personel yang telah gugur, merujuk pada proyeksi Pentagon.

“Tiga saja sudah terlalu banyak menurut saya. Jika melihat proyeksi yang dibuat, angkanya bisa jauh lebih tinggi dari itu," ujarnya.

Adapun, Iran juga menegaskan akan melakukan pembalasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei serta serangan yang terus dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa tidak ada batasan untuk pembelaan diri dalam menghadapi agresi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Sebut Serangan yang Tewaskan Khamenei Bagian dari Permusuhan Panjang AS
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harry Styles dan Louis Tomlinson Nongkrong Bareng, Kode Reuni One Direction?
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Stuttgart Pesta Gol 4-0 ke Gawang Wolfsburg dan Naik ke Empat Besar Liga Jerman
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Menjaga nyawa di jalan pulang
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Ramdhan 2026 di Jakarta Hari Ini, 2 Maret
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.