Bisnis.com, SURABAYA – Aktivitas penerbangan internasional, termasuk bagi jemaah umrah yang berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, dipastikan berjalan normal di tengah meningkatnya eskalasi serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.
Serangan militer gabungan AS-Israel yang dilancarkan kepada Iran dilaporkan telah berdampak pada aktivitas operasional penerbangan di sejumlah negara karena penutupan wilayah udara sejumlah wilayah Jazirah Arab.
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, aktivitas operasional penerbangan internasional, terkhusus bagi penerbangan umrah masih berstatus normal.
"Kami memastikan bahwa operasional penerbangan internasional, khususnya penerbangan umrah dari Bandara Internasional Juanda, tetap berada dalam status normal operation," tegas Tohir, Senin (2/3/2026).
Tohir menegaskan pihaknya telah menjalin koordinasi dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan dengan otoritas bandara, Airnav Indonesia serta segenap maskapai udara, berkaitan dengan kondisi ruang udara di wilayah Jazirah Arab.
"Hingga saat ini, tidak terdapat dampak operasional terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda akibat kondisi tersebut," bebernya.
Baca Juga
- Maskapai China Batalkan Penerbangan Imbas Perang Iran vs AS-Israel
- KUH Jeddah Antisipasi Keterlambatan Penerbangan Umrah saat Situasi Timur Tengah Memanas
- Ribuan Penerbangan Dibatalkan Imbas Serangan AS-Israel, Simak Daftar Lengkapnya
Lebih lanjut, koordinasi intensif dengan seluruh pihak maupun instansi terkait tetap dijalankan secara intensif guna memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional yang berlaku.
"Kami juga mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing maupun contact center kami 172 serta kanal informasi resmi Bandara Internasional Juanda," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, serangan Israel bersama AS ke sejumlah lokasi di Iran telah berdampak atas batalnya sejumlah penerbangan dari negara di kawasan Jazirah Arab menuju Bali maupun rute sebaliknya.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menjelaskan sejumlah negara di Timur Tengah menutup ruang udara dampak dari perang tersebut.
"Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan," jelas Sandi, Sabtu (28/2/2026).
Hingga Sabtu (28/2/2026) pukul 21.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan, yakni Etihad EY477 rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH) dengan status postponed.
Kemudian, Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) dicancel. Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB) dicancel. Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH) dibatalkan.
"Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal," kata Sandi.





