REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Antusiasme bermain padel tidak lantas padam meski Ramadhan. Namun, muncul sebuah pertanyaan besar yang sering menghampiri para penggiatnya, yaitu amankah berolahraga padel saat perut sedang kosong dan tubuh kekurangan cairan?
Dokter dari RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, dr Doni Revai, menilai berpuasa bukanlah penghalang bagi seseorang untuk tetap aktif bergerak di lapangan padel, asalkan mampu mengatur manajemen waktu dan durasi dengan sangat disiplin. "Olahraga ini untuk membakar lemak dan membantu memperkuat otot jantung serta melancarkan sirkulasi darah. Sebaiknya bermain ganda, pilih lapangan indoor dengan sirkulasi udara yang baik atau AC untuk menekan penguapan cairan tubuh," kata dr Doni Revai di Tangerang Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga
Sebanyak 185 Lapangan Padel di Jakarta Ternyata tak Berizin, Ini Langkah Tegas Gubernur Pramono
Pramono Sebut Ada Tiga Masalah di Lapangan Padel yang Dikeluhkan Warga
Marahnya Bintang Hollywood atas Serangan AS ke Iran
Olahraga lain yang tetap bisa dilakukan dan dipilih masyarakat saat bulan puasa adalah jalan santai dengan tujuan menjaga sirkulasi darah tanpa membuat jantung bekerja terlalu keras. Bersepeda santai yang bisa dilakukan di sore hari sambil ngabuburit. Kemudian yoga dengan fokus pada pernapasan dan peregangan otot untuk mengurangi kekakuan tubuh serta angkat beban ringan untuk menjaga massa otot agar tidak menyusut selama bulan puasa.
Suasana ruang lobi lapangan padel di Jakarta, Rabu (25/2/2026). - (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Saat berpuasa, tubuh cenderung meningkatkan penggunaan cadangan lemak sebagai sumber energi, meski glukosa tetap digunakan dalam jumlah terbatas. Maka dari itu, hindari olahraga berat," kata dia.